22 Orang Perwakilan FKDM Dikukuhkan Bupati Sleman

Pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Pengukuhan ini diikuti oleh 22 orang yang terdiri dari 5 orang perwakilan FKDM Kabupaten Sleman dan 17 orang ketua FKDM masing-masing kecamatan. (Foto: slemankab.go.id)

Sleman- Bupati Sleman, Sri Purnomo kukuhkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman Selasa, (19/03/2019). Bertempat di Ballroom The Sahid Rich Hotel pengukuhan dilakukan kepada 22 orang yang terdiri dari 5 orang perwakilan FKDM Kabupaten Sleman  dan 17 orang ketua FKDM masing-masing kecamatan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan ini meyampaikan selamat kepada ketua dan anggota FKDM yang telah dilantik baik FKDM Kabupaten Sleman maupun FKDM di 17 Kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Sleman. Sri Purnomo juga menghimbau kepada seluruh anggota FKDM yang telah dilantik agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanahkan sehingga susasana kehidupan msayarakat di Wilayah Kabupaten Sleman dapat berjalan dengan tertib, aman dan tenteram.

“Tugas utama sebagai anggota FKDM baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan ini menjadi sangat strategis. Bermitra dengan Pemerintah, memberikan informasi-informasi kepada Pemerintah di level Kecamatan dan Kabupaten sehingga harapannya situasi dapat kondusif, aman, tenteran, nyaman.” Kata Sri Purnomo.

Selain itu, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang dinamis. Penduduk yang berada di wilayah Kabupaten Sleman sangat beragam. Terlebih, jumlah mahasiswa yang merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, tidak sedikit yang tinggal di wilayah Sleman.

Lebih lanjut, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dari kedua hal tersebut yaitu masyarakat yang beragam serta perkembangan teknologi saat ini, berpotensi menghadirkan konflik di kehidupan bermasyarakat seperti penyebarluasan informasi hoax.

Maka dari itu Sri Purnomo dalam kesemppatan tersebut mengharapkan FKDM baik Kabupaten Sleman maupun Kecamatan menjadi garda terdepan dalam meminimalisir potensi konflik yang dapat dipicu oleh hal-hal tersebut sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Hery Dwikuryanto menuturkan bahwa pengukuhan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong terciptanya stabilitas keamanan. Selain itu, pengukuhan ini juga merupakan upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di daerah, serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan.

“Pengukuhan ini juga sebagai tindaklanjut peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah. Selain itu juga tindaklanjut Peraturan Bupati Sleman Nomor 104 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, Tugas dan fungsi, serta tata kerja Kesbangpol,” tuturnya Hery.

Maka dari itu, pengukuhan FKDM tersebut juga merupakan tindaklanjut  Peraturan Menteri melalui keputusan Bupati Sleman nomor 2.12/kep.KDH/A/2019 tentang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Sleman dan FKDM di 17 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Menjaga Keamanan Suatu Wilayah

Kemanan menjadi penting di dalam masyarakat. Karena, terjaminnya keamanan dan ketertiban suatu wilayah akan membuat orang lain tidak takut untuk berkunjung ke wilayah tersebut. Tentu tugas menjaga keamanan suatu wilayah merupakan kewajiban dari banyak elemen. Baik pemerintah, masyarakat atau bahkan pemuda itu sendiri.

Pengertian Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses berbangsa dan bernegara dalam rangka mencapai tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina, serta mengembangkan potensi masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menaggulangi segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Pada saat ini Sistem Keamanan Lingkungan yang masih di pakai serta paling efisien adalah Pos Ronda, Pos Ronda merupakan Sistem Keamanan Lingkungan yang di mana masyarakat dapat berperan langusung dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungannnya masing-masing. Pos Ronda dapat menekan dan mengatasi kriminalitas di sebuah lingkungan dan setiap anggota masyarakat yang menempati lingkungan tersebut wajib menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan menjalakan sistem piket yang di rotasi setiap minggunya.

Selain dari Sistem Keamanan Lingkungan, sekarang sudah ada forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keamanan Negara. Forum ini diikuti oleh pemuda-pemuda khususnya mahasiswa. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya tidak boleh bungkam terhadap kasus kriminal dengan beranggapan penuntasan kasus kriminalitas semata-mata adalah kewajiban pihak kepolisian.

Berkaca dari pasal 30 UUD 1945, mahasiswa adalah bagian dari warga Negara yang berkewajiban ikut serta dalam urusan kemanan Negara. Dengan adanya forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keamanan Negara, mahasiswa mampu ikut serta membantu upaya polisi dalam memberantas kejahatan.