30 Peserta Diklatpim Tuban Kunjungi Kulon Progo

Penyerahan secara simbolis potensi Kabupaten Kulon Progo oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo, kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban, M.Nur Hasan (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban melakukan kunjungan ke Kabupaten Kulon Progo, Selasa (26/3/2019). Kunjungan kali ini diikuti oleh 30 peserta Diklatpim dari OPD se-Kabupaten Tuban, didampingi 1 orang Widya Iswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Propinsi Jawa Timur. Kunjungan kali ini bertujuan untuk menimba ilmu berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, dan belajar inovasi dari Kulon Progo. Kunjungan kali ini berlangsung di Ruang Menoreh Pemkab Kulon Progo.

Kunjungan benchmarking di Kulon Progo ini mengambil tiga locus, yaitu ke Koperasi terkait Tomira dan pengaturan Toserba, Beras Daerah, dan PDAM terkait AirKu. Kepala BKD Kabupaten Tuban berharap peserta bisa mengambil banyak manfaat dan meniru, kemudian bisa membawa pulang untuk diterapkan di Kabupaten Tuban, di OPD masing-masing.

“Kami dalam rangka benchmarking belajar, ngangsu kawruh, menimba ilmu berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Disini (Kulon Progo) kita mengambil tiga locus. Alhamdulillah banyak sekali inovasi yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Kami bisa mengambil banyak manfaat, dan meniru, bisa membawa pulang, sebagai oleh-oleh teman-teman Diklatpim diterapkan di daerah, di OPD masing-masing,” kata M.Nur Hasan, Kepala BKD Kaban Tuban, setelah acara penerimaan Benchmarking.

Peserta Benchmarking dari Kabupaten Tuban ini diterima oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo dan didampingi oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Bambang Tri Budi Harsono, dari Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, serta Kepala PDAM Kulon Progo, Jumantoro.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kulon Progo menjelaskan berbagai inovasi yang dilakuan di Kabupaten Kulon Progo didasari dengan semangat Bela Beli Kulon Progo, semangat untuk membangun kemandirian. Diharapkan semangat ini juga akan dilakukan di Kabupaten Tuban.

Kepada masyarakat digelorakan semangat kemandirian dengan beberapa slogan, seperti “Iso Nandur Ngopo Tuku”, “Iso gawe Ngopo Tuku”, sehingga diharapkan masyarakat untuk lebih banyak memproduksi daripada mengkonsumsi.

Terkait pengaturan toko modern, Kulon Progo tidak menolak toko modern, tapi juga tidak ingin mematikan pasar tradisional.toko modern diajak kerjasama dengan koperasi di Kulon Progo.

Salah satu produk dari Kulon Progo yang semakin berkembang adalah produk AirKu yang produksi oleh PDAM Tirta Binangun. Saat ini sudah memiliki 5 (lima) macam produk.  Sudah mendapat sertifikat Halal LPPOM MUI: 12160004751216, mendapat Sertifikat SNI 01-3553-2006, Standar mutu ISO 9001:2008, BPOM RI untuk produk Cup, Galon 19 liter, Botol (330 ml, 600 ml,  1500 ml).

“Seperti AirKu 1/2 gelasan laris untuk hajatan. Saat ini sudah menguasai sekitar 22 persen pasar,” kata Sutedjo.

Memaksimalkan Potensi Lokal

Potensi adalah suatu bentuk sumberdaya atau kemampuan yang terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi, atau keberhasilan yang belum diraih padahal sejatinya kita mempunyai kekuatan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Menurut Faizal dan Mansur Hidayat dalam buku Aprillia Theresia, Potensi lokal adalah suatu sumberdaya yang tersedia atau digali dari wilayah setempat yang masih termasuk dalam batas geografis komunitas atau lingkungan sosial. Baik itu sumberdaya  alam, sumberdaya manusia ataupun sumberdaya sosial.

Setiap wilayah mempunyai potensi lokal yang berbeda-beda baik itu sumber daya manusia atau sumberdaya alamnya. Setiap potensi juga memiliki ciri khas yang tertentu. Bahkan di setiap daerah memiliki cara yang berbeda dalam mengelola hasil sumber daya yang ada. Sumber daya pada suatu daerah menunjukkan mata pencaharian suatu  masyarakat. Selain itu sumber daya yang ada disekitarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Walaupun demikian potensi yang dimiliki tidak ada artinya jika tidak dikembangkan dengan baik dan tepat.

Kekayaan potensi tersebut mampu memberikan manfaat yang melimpah untuk kemakmuran ekonomi masyarakat setempat, sumber daya yang baik akan mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat. Namun, realitanya kekayaan sumber daya yang melimpah tersebut malah sebaliknya kurang memberi manfaat bagi masyarakat, bukan karena rendahnya kualitas sumber dayanya, melainkan karena rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal (Eka Safitri, 2018).

Optimalisasi pemanfaatan potensi lokal merupakan salah satu langkah selanjutnya dalam keswadayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Potensi tersebut meliputi semua potensi yang ada seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial. Salah satu bentuk  optimalisasi pemanfaatan potensi lokal dalam memberdayakan ekonomi masyarakat adalah melalui pemanfaatan potensi sumber daya manusia.

Penelitian yang dilakukan Muhammad Askari Zakariah pada tahun 2016, yang dapat tarik kesimpulan bahwa dengan memaksimalkan potensi SDM yang ada di daerah mowewe melalui program Desa wisata mampu meningkatkan perekonomian masyarkat mowewe serta dapat  mengembangkan SDM yang unggul untuk mengelola sumber daya alam yang tersedia dengan baik.