Bank Daerah Gunungkidul Diharapkan Bisa Memberi Solusi Ekonomi

Proses potong pita sebagai simbol peresmian gedung baru Bank Daerah Gunungkidul oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah. (Foto : gunungkidulkab.go.id)

Wonosari, Gunungkidul- Pemerintah Gunungkidul baru saja meresmikan gedung baru Bank Daerah Gunungkidul (BDG) (08/03/2019). Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah.

“Keberadaan BDG harus bisa memberikan solusi, serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terlebih Usaha Kecil Menengah (UKM),” jelas Badingah.

Menurut Badingah, keberadaan BDG juga harus mampu berperan dalam  memerangi rentenir. Serta membantu masyarakat yang terjerat rentenir untuk bisa berusaha dengan sehat. BDG perlu memfasilitasi masyarakat dalam mengakses permodalan, dengan  bunga yang rendah. Sehingga pedagang yang sebelumnya terjerat rentenir bisa bebas dan mengembangkan usahanya dengan baik.

“Salah satu solusinya pegawai BDG harus hadir di pasar-pasar lebih pagi. Karena para rentenir ini biasanya ke pasar pada jam 2 atau 3 pagi,”  imbuhnya lagi-lagi.

Menurut Bupati Gunungkidul, keberadaan gedung baru BDG harus dibarengi dengan peningkatan kinerja. Termasuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan masyarakat dan berbagai pihak. Sehingga, semakin banyak nasabahnya, sebagai bukti  bahwa kepercayaan terhadap BDG terus meningkat.

Sementara, Direktur Utama BDG Rini Widiyanti pada kesempatan itu menjelaskan, BDG juga telah meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satu contoh di Kecamatan Patuk, ada pedagang yang terjerat rentenir dan diberikan fasilitasi.

“Kinerja BDG per 31 Desember 2018 jumlah nasabah dan deposito mencapai 58.806 rekening. Dana masyarakat yang dikelola Rp 224,4 miliar. Serta mampu menyalurkan kredit Rp 283,6 miliar. Total asset di akhir tahun 2018 mencapai Rp 355,8 miliar,” terangnya.

Peresmian Gedung baru BDG tersebut dihadiri Ketua DPRD Demas Kursiswanto, Kepala Kejaksaan Negeri, Asnawi Mukti, Forkopimda, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan dan sejumlah undangan.

Pembangunan Bank Daerah

Total biaya yang ditelan dalam pembangunan gedung BDG yang megah berlantai tiga ini adalah Rp 9,6 miliar. Jumlah tersebut berada di bawah biaya perencanaan yang mencapai lebih dari Rp 13 miliar. Sementara untuk perlengkapan interior semua total biaya yang direncanakan adalah sebesar Rp 15 miliar.

Bank BDG sendiri merupakan perusahaan perbankan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang kini nilai asetnya mencapai Rp 356 miliar. Dengan nasabah lebih dari 54.000 orang BDG bisa memperoleh laba lebih dari Rp 10 miliar hingga akhir 2018 lalu.

Direktur Utama Bank BDG, Rini Widiyanti mengatakan pihaknya telah menyelesaikan program pembangunan gedung baru. Dia berharap gedung tersebut mampu menjadi semangat baru dalam meningkatkan kinerja.

Bupati berharap kedepan BDG lebih aktif lagi terjun ke masyarakat kaitannya dengan pemberantasan para rentenir yang kian membuat masyarakat susah dengan bunga yang mereka tetapkan dalam kisaran antara 10 % sampai 20 %. (Tri M)