Bimtek Jurnalistik dan Fotografi Bagi Pengelola Subdomain di OPD dan Desa

Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik dan Fotografi yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Bantul, bertempat di Westlake Resort Sleman Yogyakarta. (Foto: diskominfo.bantulkab.go.id)

Sleman- Pengelola subdomain di OPD dan Desa di Kabupaten Bantul mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik dan Fotografi, Kamis (21/03/2019). Peserta yang mengikuti kegiatan ini ialah sebanyak 150 orang. Bertempat di Westlake Resort, Desa Baturan, Kecamatan Trihanggo, Sleman, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati, mewakili dalam sambutannya mengajak semua OPD dan desa untuk aktif mengelola website. Melalui pelatihan ini, pengelola subdomain secara terus menerus bisa mengupdate semua programnya di website, sehingga menjadi informasi positif yang secara cepat tersampaikan kepada pemeritah maupun kepada masyarakat di Kabupaten Bantul.

“Bapak Bupati Bantul menyampaikan pesan kepada semua OPD dan Desa lewat petugas subdomainnya untuk secara terus menerus mengupdate semua programnya di website. Sehingga menjadi informasi positif yang secara cepat tersampaikan baik kepada pemeritah maupun kepada masyarakat di Kabupaten Bantul,” ungkap Fenty.

Menurut Fenty, petugas subdomain harus bisa menjadi predator terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan perkembangan di wilayahnya masing-masing.

“Apalagi saat ini di desa sudah ada Sistem Informasi Desa ( SID ), ” terang Fenty.

Semoga melalui pelatihan ini masing-masing OPD mampu menangkap perkembangan teknologi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan programnya, sehingga menjadi infomasi yang transparan terutama bagi masyarakat Bantul. Kita sama-sama berupaya untuk menyampaikan pesan yang positif dan benar yang menjadi satu upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Bantul.

Pada acara tersebut panitia menghadirkan tiga narasumber diantaranya Dr. Restu Sukesti, dari Balai Bahasa DIY. Restu menyampaikan materi terkait dengan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Komunikasi. Narasumber yang kedua, yakni Tri Suparyanto, yang merupakan Tenaga Ahli Bupati Bantul Bidang Kebijakan Publik.

Suprayanto yang juga sebagai wartawan di salah satu TV nasional menyampaikan materi terkait dengan Jurnalistik dan Teknik Menulis Berita. Sedangkan narasumber ketiga yakni Wahyu Pamungkas, Dosen Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta yang menyampaikan materi terkait dengan Foto Untuk Berita.

Website Sebagai Media Informasi Publik

Teknologi komunikasi saat sekarang ini semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari segala aspek kehidupan sosial. Perusahaan atau Organisasi tidak luput dari perkembangan Teknologi ini. Marshall McLuhan (1964) dalam bukunya berjudul Understanding Media, mengemukakan bahwa teknologi komunikasi memainkan peran penting dalam tatanan sosial dan budaya.

Media baru ini membawa perubahan dari media cetak ke media elektronik. Kondisi ini akan membawa perubahan proses distribusi pesan, bentuk media baru mentransformasi pengalaman individu dan masyarakat tentang pesan media. Kemudian, menjadi perpanjangan tangan manusia, media telah memperpendek pandangan, pendengaran dan sentuhan melalui ruang dan waktu.

Di dalam ruang lingkup Pemerintah, website merupakan sarana agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Misalnya, informasi terkait dengan kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakasanakan oleh Pemerintah.

Masyarakat membutuhkan media yang cepat dan mudah untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan yang cepat dan mudah diakses kapanpun dan dimanapun kepada masyarakat seperti website di lingkungan pemerintahan.

Website menjadi salah satu media penyampaian informasi yang bisa digunakan oleh pemerintah. Dalam pengelolaanya, webiste merupakan hasil dari kerja-kerja kehumasan (Public Relation). Istilah humas lebih mudah disebut dan melekat dalam pemerintahan, sehingga di Indonesia sendiri, istilah PR (Public Relations) hanya digunakan oleh perusahaan yang sudah go public (Mardhatillah: 2017).

Namun secara istilah berbeda makna, tujuan dan fungsinya tetaplah sama. Humas dalam pemerintahan digunakan untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan, tentunya kebijakan yang dipublikasikan adalah kebijakan yang berpengaruh terhadap masyarakat (Khairunnisa, 2015 :46).