Bupati dan Wabup Bantul Tinjau Lokasi Banjir

Wakil Bupati Bantul Drs. Abdul Halim Muslih saat meninjau korban banjir di Krapyak Kulon, Panjangrejo, Pundong, Bantul. (Foto: kec-pundong.bantulkab.go.id)

Bantul- Bupati Bantul Suharsono dan BPBD Bantul meninjau langsung daerah yang terkena dampak banjir pada Minggu (18/3/2019). Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Dusun Kedungbuweng, Wukirsari dan Dusun Dusun Mojolegi, Karangtengah, Imogiri. Senin (18/3/2019).

Keesokan harinya, Selasa (19/03/2019), Wakil Bupati Bantul, Drs. H. Abdul Halim juga meninjau korban banjir di Krapyak Kulon, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Bersama dalam rombongan Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Didik Warsito, Camat Pundong, Sri Umayati.

“BPBD Bantul akan bekerja keras untuk membantu warga yang terkena dampak banjir dibantu relawan,” kata Suharsono.

Dalam kesempatan itu, Suharsono juga menyempatkan diri takziah di rumah korban longsor di Kecamatan Imogiri. Ia menyampaikan duka kepada keluarga korban.

Suharsono mengucapkan terima kasih atas kepedulian para relawan yang datang dari luar Kabupaten Bantul yang telah memberikan bantuan tenaga, makanan, dan lain sebagainya kepada warganya yang terkena dampak banjir. Ia meminta warga yang terkena dampak banjir untuk bersabar.

“Mudah-mudahan banjir cepat surut,” terang Suharsono.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdul Halim Muslih bertemu langsung dengan para korban banjir yang selama dua hari masih terkepung banjir. Dua hari setelah banjir, air masih menggenag di jalan, sawah dan pekarangan. Sedangkan pada Ahad malam sampai Senin banyak rumah yang terendam sampai sebatas lutut.

Selain Krapyak Kulon, daerah terdampak banjir yang cukup parah adalah Nglorong dan Semampir di Panjangrejo. Sedangkan di Srihardono, kampung sekitar pasar Pundong, air juga memasuki rumah penduduk. Sementara itu banyak warga Dogunan dan Klisat yang mengungsi ke BRTPD ( Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat), karena air masuk ke rumah samapi ke lutut. Sungai kecil yang ada di dekat kampung tersebut meluber ke perkampungan penduduk.

Siaga Dini Bencana Banjir

Banjir adalah bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir?. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masyarakat perlu siap siaga dengan bencana. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya siaga bencana banjir ialah pertama, perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir. Kedua, tinggikan panel listrik. Ketiga, hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bantul diantaranya Imogiri, Dlingo, Bantul, Kretek, Pundong dan Kasihan dilaporkan terdampak banjir, longsor dan pohon tumbang.

Banjir di Kabupaten Bantul memiliki kharakteristik cepat surut. Banjir yang kini terjadi merupakan efek hujan yang terus-menerus dan merata di DIY. Kabupaten Bantul terkena banjir karena merupakan zona merah bencana banjir artinya bilamana daerah utara hujan deras pasti mengalirnya ke Bantul. 

“Jika hujan itu hanya terjadi di Bantul maka dapat dipastikan tidak akan terjadi banjir,” jelas kepala BPBD Bantul ini saat mendampingi Bupati Bantul Suharsono.