Diskominfo Sleman Targetkan Sinyal 4G Bisa Masuk Semua Daerah Tahun 2021

Robby Hermanto, Direktur Operasional PT Bali Towerindo Sentra berfoto bersama dengan Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Kominfo Sleman di sela-sela kegiatan Paparan Smart City Selasa (19/3/2019). Kegiatan ini berlangsung di Sleman Smart Room. (Foto: kominfo.slemankab.go.id)

Sleman- PT Bali Towerindo Sentra mengadakan kegiatan Paparan Smart City (19/3/2019). Bertempat di Sleman Smart Room, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki Kabupaten Sleman sebagai Smart City.

Menurut Robby Hermanto, Direktur Operasional PT Bali Towerindo Sentra, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu dukungan adanya pengembangan konsep Smart City. Pembangunan infrastruktur perlu tersebar secara merata. Sehingga, konsep Smart City mampu terimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pihak swasta juga perlu diberi ruang untuk membantu proses perencanaan pembangunan yang dilakukan regulator,” kata Robby.

Hal ini tentunya untuk memperkuat pembangunan jaringan infrastruktur ke depan sehingga lebih berguna untuk masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman. Menurutnya, pemerintah terus berupaya memperbaiki infrastruktur untuk konsep Smart City. Eka mengungkapkan bahwa kapasitas infrastruktur jaringan komputer dan perangkatnyang perlu dikaji lebih jauh.

“Di Sleman, implementasi Smart City sudah berjalan cukup baik tetapi setiap tahun yang harus diperhatikan adalah kapasitas dari infrastrukturnya,” ujar Eka di sela-sela kegiatan Paparan Smart City oleh PT Bali Towerindo Sentra.

Peningkatan kapasitas infrastruktur ini disampaikan Eka juga untuk memecahkan permasalahan terkait coverage area sinyal handphone yang ada di Kabupaten Sleman. Diakui Eka, coverage area sinyal handphone di Kabupaten Sleman memang masih belum merata. Padahal, untuk Smart City, coverage area sinyal handphone  merupakan elemen yang krusial.

“Terus terang di Kabupaten Sleman ada beberapa daerah khususnya di pedesaan sinyalnya masih lemah atau kurang bagus,” jelasnya.

Karenanya, kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan infrastruktur, seperti tower (menara-red) jaringan diakui Eka memang sangat dibutuhkan.

“Harapannya semuanya di Kabupaten Sleman tercover minimal 3G dan semoga di 2020 atau 2021 4G bisa masuk ke daerah-daerah tersebut sehingga akses internetnya bisa lebih mudah,” lanjut Eka.

Konsep Smart City

Konsep Smart City muncul sebagai tuntutan perlunya membangun identitas kota yang layak huni, aman dan nyaman. Tentu keberadaan konsep dari rancangan smart cuty berbasis teknologi dan IT. Pemerintah pusat telah meluncurkan Indeks Kota Cerdas  Indonesia 2015 yang bertujuan menilai dan mengapresiasi sejumlah kota di Indonesia yang telah menerapkan konsep tersebut.

Dalam konsep solusi Smart City ini, pemerintah, industri, akademis, maupun masyarakat ikut terlibat untuk menjadikan kota menjadi lebih baik. Tujuan  implementasi Smart City adalah untuk mempermudah akses bagi warganya serta memperkuat daya saing kota dalam hal ekonomi, sosial dan teknologi. Atau lebih umum lagi berdasarkan United Nation, dapat dikatakan bahwa tujuan Smart City adalah untuk membentuk kota yang Sustainable (ekonomi, sosial, lingkungan).

Secara umum pelaksanaan konsep smart city ini juga sudah mulai berjalan dengan dukungan aplikasi yang terus berkembang sehingga tercipta lingkungan yang kreatif di bidang teknologi, sebagai langkah awal yang baik menuju kota pintar.

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota yang berpotensi dan memungkinkan untuk menerapkan konsep smart city. Keberadaan kota Yogyakarta dengan kekayaan budaya (cultural capital), modal sosial (social capital) dan kecerdasan lokal (local wisdoms) serta modal insani (human capital). Smart City di Yogyakarta juga sesuai dengan keadaan pendudukanya. Sebagai kota pelajar,Yogyakarta juga sering dianggap sebagai Indonesia mini karena mahasiswa.

Mahasiswa datang dari penjuru nusantara dengan berbagai adat istiadat. Mereka biasanya menyatu dengan budaya masyarakat Jogya yang memang dikenal ramah dan terbuka kepada pendatang. (Tri M)