Disnakertrans Kulon Progo Lakukan Seleksi Calon Peserta Pelatihan Dangerous Goods

Pelaksanaan Seleksi Calon Peserta Beasiswa Pelatihan Dangerous Goods dilaksanakan di ruang Kaswari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Seleksi dibuka oleh Susilo, Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja. (Foto: nakertrans.kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan seleksi calon peserta beasiswa pelatihan Dangerous Goods (26/03/2019). Sosialisasi ini berlangsung di ruang Kaswari Disnakertrans, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.

Seleksi dibuka oleh Susilo, selaku Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja. Dalam sambutannya beliau menghimbau kepada peserta seleksi melakukan persiapan yang baik. Beliau juga berharap, peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti prosedur dan peraturan yang sudah ditetapkan.

Menurutnya lagi, Diklat Dangerous Goods ini sangat bermanfaat sekali sebagai bekal dalam memperoleh pekerjaan. Nantinya, dari Diklat ini bisa segera bisa terserap di dunia penerbangan. Diklat ini sangat penting dalam hal keselamatan penerbangan, karena profesi inilah yang dapat mengantisipasi barang-barang berbahaya yang bisa mengancam penerbangan.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan BP3 Curug, Tri Agung Widayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa profesi Dangerous Goods mempunyai peluang yang sagat besar. Karena, setiap maskapai sangat membutuhkannya, apalagi jika Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) ini sudah dibuka.

Nantinya, dimungkinkan banyak sekali maskapai yang akan beroperasi di Bandara NYIA, Maka, beliau menghimbau kepada peserta untuk keseriusannya dalam menjalani Diklat ini. Beliau menegaskan tidak ada jaminan kelulusan bagi peserta. Kelulusan tergantung pada diri pribadi masing-masing.

“Jadi tergantung diri pribadi masing-masing untuk berusaha menjalani dengan sebaik-baiknya supaya bisa lulus dan mendapatkan lisensi untuk kemudahan dalam memperoleh pekerjaan nantinya,” jelasnya.

Seleksi kali ini meliputi Seleksi Administrasi dan Tes Potensi Akademik (TPA). Seleksi dihadiri oleh 21 peserta dari 23 orang pendaftar. Bagi peserta yang dinyatakan lolos tes nantinya akan menjalani pelatihan mulai tanggal 22-30 April mendatang di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Tangerang, Kompleks STPI Curug Jl. PLP Curug, Tangerang, Banten dan untuk keberangkatan ke Curug akan difasilitasi oleh Disnakertrans.

Menyerap Tenaga Kerja

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Badan Pusat Statistik (BPS), industri TPT mempekerjakan sekitar 1,47 juta orang pada 2011 atau naik 4,78% dari jumlah tenaga kerja pada tahun sebelumnya 1,4 juta orang. Pada tahun ini, tenaga kerja di sektor tersebut diprediksi meningkat lebih dari 1,5 juta orang karena realisasi sejumlah investasi baru di sektor garmen.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Ansari Bukhari menuturkan pihaknya menyiapkan sejumlah program pengembangan dan peningkatan daya saing industri yang diproyeksikan mampu tumbuh 6,52% pada 2014. Program tersebut adalah revitalisasi unit pelayanan teknis (UPT) tekstil melalui bantuan pengadaan mesin, pemberian bantuan mesin dan peralatan tekstil, dan program restrukturisasi permesinan TPT dengan memberikan potongan harga.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah pengangguran mencapai 10,9 juta orang pada 2005. Jumlah itu mengalami penurunan pada 2011 menjadi 7,7 juta orang. Pada 2011-2012,kegitatan ekonomi atau sektor formal telah menciptakan 2,67 juta pekerja sehingga jumlah pengangguran menurun dan pekerja informal menurun 1,54 juta orang. Struktur pekerja formal menjadi 38,89%, sedangkan informal 60,14%.

Pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja 1 juta orang pada 2013 agar jumlah pengangguran terus berkurang. Walaupun jumlah pengangguran telah terjadi penurunan, angka absolut dinilai masih cukup tinggi karena beberapa faktor, seperti kesenjangan jumlah lulusan dengan jumlah kebutuhan dunia kerja dan kesenjangan kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan setiap pertumbuhan 1%, industri TPT akan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja baru. API memproyeksikan pertumbuhan industri TPT tahun ini bisa mencapai 5% yang sebagian besar ditopang oleh investasi baru di industri pakaian jadi atau garmen. Tahun lalu, kata Ade, sekitar 100 perusahaan baru di industri TPT mulai beroperasi, yang sebagian besar merupakan pabrik garmen relokasi dari China.