Gapoktan Desa Pleret Adakan Pertemuan

GAPOKTAN : Suasana pertemuan Gabungan Kelompok Tani Desa Pleret. Pertemuan ini berlangsung di Pendopo Desa Pleret. Pertemuan kali ini membahas mengenai pemberdayaan Gapoktan. (Foto : pleret-bantul.desa.id)

Pleret, Bantul- Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pleret, kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, mengadakan pertemuan (27/02/2019).  Bertempat di Pendopo Desa Pleret, pertemuan kali ini membahas mengenai pemberdayaan Gapoktan.

Pertemuan yang dipandu oleh Sumardiyono dan dihadiri Lurah Desa Pleret,  Nurman Afandi, serta kasi kesejahteraan Irfani Andhi Hermawan. Selain itu, hadir pula dari BPP (Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Pleret.

Dalam sambutanya, Nurman Afandi menyampaikan supaya Gapoktan benar-benar diberdayakan. Selanjutnya ia juga menginformasikan agar tahun ini, Gapoktan juga dapat meningkatkan pemanfaatan anggaran yang disediakan dalam APBDes. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan yang ada.

Disamping pertemuan rutin, juga dilakukan serah terima secara simbolis kepengurusan Gapoktan periode 2013-2019 kepada kepengurusan yang baru. Penyerahan dilakukan oleh Zusmani kepada Jiwal selaku pengurus terpilih. KWT (kelompok Wanita Tani) Desa Pleret yang hadir dalam kesempatan itu juga mengusulkan agar Gapoktan kedepan selalu bersinergi dengan KWT untuk seluruh kegiatan.

Ketua Gapoktan juga mengajak setiap pertemuan untuk kompak menepati undangan. Misalnya pada pertemuan yang akan dilakukan secara bersamaan antara Gapoktan dengan KWT yang ruang lingkupnya sama-sama di tingkatan desa.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Menajemen Penyuluhan Pertanian (pertanian.go.id), ada 14 kelompok tani yang terdaftar di Desa Pleret, Kecamatan Pleret  per-tanggal 08-03-2019. Diantaranya ialah KWT Manunggal, Madyo Laras, Tri Tunggal, Gapoktan Pleret, Marsudi Tani, Ngudi Makmur, Sriti, Tani Binangun, Tani Makmur, Tani manunggal, Tut Wuri Handayani, KWT Srikandi, Guyup Rukun dan KWT Melati Sari.

Upaya Pemerintah Menyejahterakan Petani

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku optimis dengan semangat dan kerja para petani pada penyelenggaraan program Serasi. Pernyataan ini disampaikan beberapa hari lalu saat Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan wilayah Sulawesi Selatan sebagai kawasan strategis program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Menurut Amran, semangat petani merupakan cerminan dari perubahan negara sebagai lumbung pangan dunia. Melalui program ini, ia menilai ada keuntungan besar, yang jumlahnya bisa mencapai Rp 5 triliun. Apalagi jika sistem dan polanya di koorporasikan sesuai gagasan Presiden Joko Widodo.

“Kalau ini bisa dilakukan dan berhasil memproduksi. Itu nilainya mencapai 5 triliun karena di korporasikan,” kata Amran dalam keterangannya, Kamis (7/3/2019).

Dalam acara launching optimalisasi lahan rawa Lebak di Wajo, Sulawesi Selatan itu, Amran menilai program ini juga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, terlebih mengecilkan gini ratio. Bahkan, lebih dari itu mampu mengubah situasi dari urban ke kota menjadi arus balik dari kota ke desa.

“Sebab peralatan bertani sudah berubah menjadi modern. Nah, pemuda atau milenial akan kembali masuk desa. Makanya kalau mau kaya atau mau jadi konglomerat caranya ya bertani,” ujarnya. (Tri M)