Gelar Potensi Hasil Pertanian untuk Kembangkan Pemasaran dan Produksi


Diikuti 34 kelompok tani dari 14 kecamatan di kota Yogyakarta, Pameran gelar potensi hasil pertanian diselenggarakan di Lapangan Balaikota Yogyakarta, Minggu (10/3/2019). (warta.jogjakota.go.id)

Muja-Muju, Umbulharjo – Dinas Pertanian dan Pangan kota Yogyakarta fokuskan pengembangan pemasaran dan produksi pertanian, dengan menggelar pameran potensi pertanian.

Diikuti 34 kelompok tani dari 14 kecamatan di kota Yogyakarta, Pameran gelar potensi hasil pertanian ini diselenggarakan di Lapangan Balaikota Yogyakarta, Minggu (10/3/2019).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan, tujuan utama pameran gelar potensi hasil pertanian adalah untuk meningkatakan ketahanan pangan di masyarakat. Dengan acara ini, masyarakat bisa menyaksikan langsung bagaimana cara memanfaatkan lahan sempit untuk menanam.

Selain itu, pihaknya akan mengembangkan anggrek untuk sarana pembelajaran. Melalui pengembangan anggrek tersebut, lanjutnya, petani anggrek dan penggemar anggrek dapat belajar.

“Jadi nanti akan kita bangun green house untuk memindahkan anggrek-anggrek itu. Salah satunya nanti di Nitikan, ada dua tempat. Anggaran paling tidak 90 juta untuk dua green house,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan jika green house tersebut juga bentuk fasilitas dari pemerintah untuk masyarakat.

“Jadi karena ada masyarakat yang menggemari anggrek, maka kami berikan fasilitas yang berorientasi ke masyarakat” katanya

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang turut menghadiri acara ini mengatakan, gelar potensi pertanian dan pangan diharapakan dapat mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup serta perekonomian.

“Gelar potensi pertanian merupakan sebuah sarana strategis untuk mengembangkan pemasaran dan produksi hasil pertanian dan pangan,” Jelas Heroe.

Selain itu, gelar potensi pangan juga merupakan sarana menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai teknik dan metode-metode terbaru dalam perkembangan pertanian dan pangan.

“Kemajuan sektor pertanian dan pangan sangat ditentukan oleh kemampuan membuat inovasi atau mengadopsi teknologi di masyarakat, baik dalam budidaya pertanian dan pangan maupun dalam proses pasca panen dan pengolahannya,” katanya.

Tanaman Anggrek

Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.

Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis, anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.

Banyaknya variasi bentuk dan warna bunga anggrek merupakan salah satu keunggulan dari bunga anggrek. Hal ini sangat mendorong terciptanya varietas-varietas baru yang dapat dikembangkan dan dibudidayakan secara baik di Indonesia, karena kondisi iklim yang sesuai.

Pertumbuhan tanaman anggrek baik vegetatif maupun generatif tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik. Namun lebih banyak ditentukan oleh faktor lingkungan seperti: cahaya, suhu dan kelembaban, serta pemeliharaan tanaman seperti: penyiraman, pemupukan, media tumbuh, dan pengendalian hama dan penyakit.

Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan, baunya yang khas. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan, bahan minyak wangi/minyak rambut.