Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kominfo RI Targetkan Signal Jangkau Seluruh Indonesia

Anggota Komisi I DPR, Dr. Sukamta saat memberikan pemaparan di Seminar Merajut Nusantara, Kesiapan Masyarakat dan Dunia Usaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Yogyakarta, Sabtu (23/3). (Agung Raharja)

JOGJA – Angin segar bagi para pengusaha online, ataupun para pebisnis di Indonesia. Sebab Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menargetkan jangkauan layanan internet di seluruh kawasan Indonesia, tahun 2020 mendatang.

Kepala Divisi Layanan Badan Aksebikitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kominfo RI, Yulis Widya Marfiah menjelaskan, target dilaksanakan melalui  infrastruktur pendukung, salah satunya lewat program Palapa Ring. Palapa Ring merupakan proyek strategis nasional. Bersama dengan Telkom, pihaknya menghubungkan jaringan eksisting lebih kurang  di 514 Kota dan Kabupaten.

“Dari infrastruktur, sudah selesai semua, terutama untuk wilayah timur,” katanya, di sela Seminar Merajut Nusantara, Kesiapan Masyarakat dan Dunia Usaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Mengenai infrastruktur, BAKTI Kominfo RI juga turut berkontribusi dalam pembangunan BTS. Namun, pihaknya memang fokus di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Pasalnya, masalah pendanaan tidak akan cukup andai tidak dibatasi.

“Akhirnya kita prioritaskan pembangnan di daerah 3T itu ya. Kalau di kawasan perkotaan yang blankspot, itu sejatinya merupakan tanggung jawab operator, mereka harusnya hadir di sana,” cetusnya.

Yulis berharap, dengan pembangunan yang sudah sedemikian gencar, sumber daya di dalam pemerintahan, maupun masyarakat pada umumnya, sudah siap menerima infrastruktur yang ada. Sehingga, semua tidak menjadi sia-sia.

“Kita juga membuat platform untuk memudahkan para pebisnis. Jaman sekarang kan platform ini jauh lebih berkembang, jadi pemerintah juga mengembangkan startup digital ya,” cetusnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Sukamta, yang hadir sebagai pembicara dalam agenda ini mengatakan, anak-anak muda masa kini, termasuk di Yogyakarta, telah menyesuaikan dengan apa yang diwacanakan dalam Revolusi Industri 4.0.

“Seperti di Yogyakarta ini, anak muda, orang tuanya tanya, kok kamu nggak kerja. Ini pikiran orang analog, main handohone, main laptop, malam keluar kafe. Ternyata, waktu bisnis disesuaikan dengan waktu Eropa dan Amerika, nggak ketahuan,” katanya.

Politisi PKS itu menyatakan dalam revolusi industri jika bentuk usaha yang tidak praktis maka mudah ketinggalan zaman. Usaha tidak lagi mengandalkan toko pinggir jalan, tapi melalui jaringan.

Maka itu, lanjut dia, seandainya tidak bisa mengimbangi ritme dalam Revolusi Industri 4.0, para pebisnis terancam gulung tikar, seperti yang terjadi pada sejumlah toko konvensial dewasa ini. Pasalnya, pebisnis sekarang haruslah mengandalkan online.