Hari Air Sedunia, Pemkab Bantul Adakan Kegiatan Penghijauan

Peringatan Hari Air Sedunia Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2019 berlangsung di Balai Desa Sriharjo. Kegiatan ini mengangkat tema internasional “Leaving No One Behind”. (Foto: bantulkab.go.id)

Bantul- Memperingati Hari Air Sedunia, Pemerintah Kabupaten Bantul mengadakan kegiatan penghijauan. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Kamis (28/03/2019). Kegiatan ini diselenggerakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kodim 0729/ Bantul dan menggambil tema internasional “Leaving No One Behind”.

Dalam sambutanya, Bupati Bantul, Suharsono, menyampaikan, konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi hal mutlak yang harus diakomodir dalam perencanaan pembangunan. Pembangunan berwawasan lingkungan akan membawa kesejahteraan bagi umat manusia karena mampu menciptakan keseimbangan di dua sisi, yakni keberlanjutan pembangunan dan terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup.

“Ini adalah hari untuk membuat komitmen bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat di dunia. Sesuai dengan temanya, maka semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal,” kata Suharsono.

Bupati Bantul menambahkan bahwa, Peringatan Hari Air se-Dunia ini hendaknya membangkitkan kesadaran kita agar senantiasa menyadari arti pentingnya menjaga dan melestarikan sumber air yang ada. Selain itu, melalui peringatan ini juga dimaksudkan untuk menegaskan kembali bahwa pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, seperti program pembangunan bendungan, irigasi, instalasi pengelolaan air limbah, sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sebagainya.

“Kepada seluruh masyarakat Bantul, marilah kita bekerja sama dan melakukan karya nyata agar bumi ini bersih dan hijau sehingga lingkungan lestari dan ketersediaan bair selalu terjamin,” ajak Bupati Bantul.

Menurut laporan dari Ari Budi Nugroho, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul yang juga sebagai penyelenggara, kegiatan ini bertujuan sebagai upaya penyadaran untuk pengelolaan air yang berkelanjutan. Selain itu juga sebagai upaya penyadaran untuk pentingnya konservasi air. Sebagai upaya untuk mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga sumber air bagi kehidupan. Terakhir, sebagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang permasalahan dan solusi dalam penyediaan air bagi kehidupan.

Konservasi Air

Penghematan air atau konservasi air adalah perilaku yang disengaja dengan tujuan mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi atau perilaku sosial. Konservasi air bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan air dalam kualitas dan kuantitas yang memadai guna memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan dating.

Air merupakan sumber daya alam yang mempunyai banyak manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 dijelaskan bahwa sumber daya air merupakan bagian dari kekayaan alam yang dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Negara Indonesia sendiri mempunyai ketersediaan air yang melimpah dibandingkan negara- negara yang berada di benua Afrika, tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan air dan harus berjalan berkilo- kilo meter untuk mendapatkan air.

Meskipun pengelolaan sumber daya air sudah di atur dalam konstitusi negara, akan tetapi tingkat kesadaran Indonesia dalam menghargai sumber daya air masih kurang. Untuk itu, penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui tentang konservasi sumber daya air agar ketersediaan air yang ada dapat digunakan dengan optimal dan terjaga kelestariaannya.

Beberapa tujuan dari konservasi air antara lain ialah pertama, sebagai upaya pencegahan terhadap bencana banjir dan kekeringan. Kedua, upaya pencegahan terhadap kerusakan bantaran sungai. Dan yang ketiga ialah upaya pencegahan erosi dan sedimentasi.