Jelang Revalidasi Gunung Sewu, APGN Lakukan Kunjungan ke Gunungkidul

Sesi Foto Bersama Bupati Gunungkidul, Badingan, dan Ketua Asia Pacific Geopark Network (APGN), Prof. Ibrahim Komo serta jajaranya. (Foto: gunungkidulkab.go.id)

Gunungkidul– Bupati Gunungkidul, Badingah, menerima kunjungan Ketua Asia Pacific Geopark Network (APGN), Prof. Ibrahim Komo, Minggu, (24/03/2019). Dalam acara ini, Bupati Gunungkidul didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti. Kunjungan ini berlangsung di Taman Teknologi Pangan (TTP) Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kehadiran APGN kali ini, dalam rangka advisory mission,  melihat kesiapan dan memberikan masukan menjelang revalidasi Gunung Sewu yang akan dilaksanakan bulan Juni-Juli mendatang. Selain melakukan kunjungan ke Geopark di Gunungkidul, APGN juga berkunjung ke Geopark lain seperti Geopark Karangsambung Kebumen, Geopark Bojonegoro, dan Pacitan.

Prof. Ibrahim Komo, menyampaikan Geopark Gunung Sewu, dari segi pelibatan atau pemberdayaan masyarakat, konservasi sudah sangat baik. Tetapi, perlu ditingkatkan pada sisi public education.

Bupati, Badingah, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada tim survei  pra penilaian, yang telah menyempatkan hadir di Geopark Gunung Sewu. Beliau menyampaikan dengan ditetapkannya Kabupaten Gunungkidul masuk GSGG banyak multiplier effect kepada masyarakat, hal ini sesuai dengan moto pemkab yaitu melestarikan bumi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemda akan  berupaya dan bekerja keras, tentunya bersama-sama dengan semua pihak, agar kedepan akan tetap mendapat yang terbaik pada saat validasi,” pungkasnya.

Geopark sebagai Potensi Alam

Geopark, atau terjemahannya yakni Taman Bumi. adalah area terpadu yang memiliki fitur geologi yang signifikan yang dikelola menggunakan konsep konservasi, pendidikan, dan pengembangan keberlanjutan. Keberadaan Geopark sendiri bukan hanya sebagai tempat wisata yang tidak memberikan nilai positif. Keberadaan Geopark sendiri diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memberikan pelajaran kepada masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang kita hadapi saat ini seperti penggunaan sumber daya alam, pemanasan global, dan mitigasi bencana alam.

Awal tujuan Geopark adalah melindungi warisan geologi yang berada di negara-negara Eropa oleh organisasi non pemerintah bernama EGN (Europe Geopark Network) yang mulai diperkenalkan pada 2001. Keberadaan Geopark oleh Badan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dikembangkan dan difasilitasi dengan membentuk organisasi GGN (Global Geopark Network) pada 2004.

Maksud pembentukan lembaga ini, agar mampu menampung anggota lebih banyak lagi dari negara-negara yang ada di dunia. Tujuan Geopark pun lebih dikembangkan lagi, bukan hanya sekadar melindungi warisan geologi, tetapi juga mengambil manfaat, menggali, menghargai dan mengembangkan warisan geologi seperti halnya Pelestarian Bioma.

UNESCO sebagai lembaga yang meluncurkan program Global Geopark memiliki tujuan untuk menjalin kerjasama dan memberdayakan komunitas lokal untuk mencapai satu tujuan utama yaitu mempromosikan fitur geologi yang ada di lingkungan mereka melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, menjaga kelestarian dan keindahan fitur geologi di lingkungan mereka, meningkatkan kreativitas komunitas lokal dalam membangun usaha. Keberadaan Geopark membuka pintu kesempatan baru bagi masyarakat lokal untuk terjun ke dunia pariwisata.