Keberhasilan Panen Raya Diharapkan Mampu Menyejahterakan Petani

Bupati Gunungkidul, Badingah, saat memberi sambutan di acara panen raya. Ia berharap keberhasilan panen kali ini dapat mensejahterakan petani. (Foto : gunungkidulkab.go.id)

Nglipar, Gunungkidul – Kelompok tani Setyo Utomo melakukan penanaman padi dengan teknologi budidaya Larikan Padi Gogo (Largo) Super. Program penanaman ini bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Panen raya kali ini dilaksanakan di Dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Jumat (08/03/2019) siang.

Panen raya ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Ia berharap keberhasilan panen kali ini dapat menyejahterakan petani. Dirinya menegaskan pemerintah daerah terus mengembangkan sektor pariwisata namun bukan berarti akan meninggalkan sektor pertanian, karena pertanian menjadi tulang punggung dan pendukung berkembangnya pariwisata.

“Saya berharap generasi muda mau terjun di bidang pertanian sehingga ada keberlanjutan pertanian untuk mencegah terjadinya rawan pangan di Gunungkidul khususnya,” harap Badingah.

Sementara itu, Kepala BPTP DIY Dr. Joko Pramono, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi budidaya Largo super dibawah tegakan tanaman perkebunan ini merupakan antisipasi. Antisipasi ini dilakukan dalam menghadapi berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan dan anomali iklim musim yang tidak menentu di Gunungkidul.

“Padi tersebut memang adaptif terhadap kondisi yang serba kurang optimal jadi misalnya pupuknya kurang, tanahnya kurang subur, tapi masih mampu tumbuh dengan baik,” jelas Joko, saat menghadiri panen raya padi, di Wono Mengger, Desa Nglipar, (08/03).

Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Dr. Priatna Sasmita, berharap biji padi yang dihasilkan tidak hanya dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai benih padi yang akan datang karena varietas yang dikenalkan termasuk baru dan unggul.

“Terima kasih kepada para petani Gunungkidul yang dengan keseriusannya sehingga berhasil sampai panen, dengan hasil yang maksimal”

Usaha Pemerintah dalam Meningkatkan Produksi Padi

Lebih jauh diungkapkan, pemerintah melalui Kementan terus berupaya meningkatkan produksi padi baik lahan kering, lebak dan rawa sehingga nantinya tahun 2045 Indonesia benar-benar jadi lumbung pangan dunia.

Lebih detail dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, usai panen raya. Padi Gogo yang dipanen merupakan budidaya hasil kerjasama Puslitbangtan dan BPTP Balitbangtan Yogyakarta, dengan tujuan kerjasama dalam rangka percepatan diseminasi teknologi mendukung program pemerintah, yaitu swasembada pangan berkelanjutan.

Disebutkan, padi Gogo yang ditanam berada di lahan seluas 100 hektar. Hasil ubinan panen raya dari tujuh VUB yang diintroduksikan (Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Inpari 42 Agritan dan Inpago Unsoed) berkisar antara 5,8 – 7,3 ton/ha. Hasil tersebut menunjukkan adanya kenaikan dari kondisi eksisting antara 1,3 – 2,9 ton/ha atau sekitar 28% – 65%.

Tampak hadir pada acara tersebut, Dandim 0730/GK, Letkol Inf. Noppy Laksana Armyanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Khairudin, Kabag Protokol dan Rumah Tangga, Susila Marwanta, Kepala Bidang IKP, Supriyanto, Camat Nglipar beserta unsur Forkopimca. (Tri M)