Komite Lansia Adakan Kegiatan Bulanan Khusus untuk Orang Tua

Cek kesehatan oleh Puskesmas Lendah II kepada salah satu Lansia di Kecamatan Lendah. Cek kesehatan ini merupakan serangkaian kegiatan dari komite lansia yang diadakan rutin satu bulan sekali. (Foto : lendah.kulonprogokab.go.id)

Lendah, Kulon Progo- Pemerintah Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo mengadakan kegiatan  Komite Lansia (05/03/2019). Kegiatan untuk lansia kali ini berlangsung di kompleks kantor Kecamatan Lendah.

Kegiatan kali ini diisi oleh serangkaian acara. Salah satunya ialah siraman rohani yang disampaikan oleh H. Fauzan (KUA Lendah). Menurut Faizan, bagi yang belum siap menghadapi usia tua, semua permasalahan tersebut akan menjadi tekanan tersendiri. Tetapi,  bagi yang menyadarinya akan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga saaat usia menjelang tua datang,  akan dinikmati sebagai berkah.

“Saat usia tua datang, waktu luang semakin banyak, saatnya kita bisa momong anak cucu kita. Kita juga bisa melakukan kegiatan kesukaan kita yang mungkin pada saat kita masih muda belum sempat dilakukan karena kesibukan bekerja. Jadi, untuk tetap bahagia saat usia kita tua kuncinya adalah sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Kegiatan ini memang ditunjukan langsung untuk lansia. Tujuannya, untuk membuat lansia memahami cara hidup sehat, baik rohani maupun jasmani. Hal ini bisa dimulai dari memahami cara hidup sehat. Kesehatan, vitalitas, berkurangnya fungsi indra, kemampuan mengingat dan berfikir serta permasalahan lain menjadi masalah utama yang dialami oleh lansia.

Selain siraman rohani, rangkaian acara menuju lansia sehat juga diadakan beberapa kegiatan penunjang lainnya, seperti senam sehat, penyuluhan kesehatan serta  cek kesehatan. Senam kesehatan lansia dipimpin langsung oleh instruktur senam Maryani dari Paduduhan Gulurejo.

Sedangkan dalam sesi penyuluhan tentang kesehatan lansia dan cek kesehatan, ditangani oleh para petugas dari Puskesmas Lendah II. Penyuluhan kesehatan menyoroti tentang pola makan dan minum bagi lansia menuju sehat sedangkan cek kesehatan menyangkut masalah, berat badan, tensi darah serta gula darah. Kegiatan seperti ini reguler dilaksanakan sebulan satu kali di Kecamatan Lendah. Seluruh warga Kecamatan Lendah yang sudah usia lanjut bisa mengikuti acara ini secara gratis.

Layasan Kesehatan, Upaya Peduli Terhadap Lansia

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia berdampak terhadap terjadinya penurunan angka kelahiran, angka kesakitan, dan angka kematian serta peningkatan umur harapan hidup (UHH). Salah satu konsekuensinya, sejak tahun 2010 terjadi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia).

Tepatnya data Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan UHH saat lahir dari 69,8 tahun pada tahun 2010 menjadi 70,9 tahun pada tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 72,4 pada tahun 2035 mendatang. Inilah yang disebut transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population).

Sementara itu, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM). Sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis.

Pemerintah melalui kementerian kesehatan terus melakukan upaya preventif untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya, membangun infrastruktur kesehatan misalnya rumah sakit dan puskesmas. Hingga tahun 2017, terdapat sekitar 37,1% Puskesmas (3.654 Puskesmas dari 9.754 Puskesmas) yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan Santun Lansia dan sudah mempunyai 80.353 Posyandu Lansia/Posbindu.

Kepedulian terhadap kesehatan lansia, menurut Menkes Prof. dr. Nila Moeloek, merupakan perwujudan memberikan jangkauan pelayanan lebih luas serta mewujudkan hak atas kesehatan bagi semua; sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 7 Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (Tri M)