Menteri Agama Resmikan Gedung Baru FEBI UIN Sunan Kalijaga

PERESMIAN GEDUNG FEBI : Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan langsung gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (04/03/2019). (Foto : Tri M)

‎Depok, Sleman- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan langsung gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (04/03/2019). Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga dengan adanya fasilitas baru dari gedung FEBI.

Menurutnya, keberadaan gedung dan fasilitas baru akan menunjang akademik. Beliau juga berpesan, UIN Sunan Kalijaga sebagai Perguruan Tinggi Negeri Islam mampi menjaga nilai-nilai dari pendahulunya.

“Kami di Kemenag sangat serius mengembangkan Perguruan Tinggi keagamanan kita. Nyaris dari 58 PTKIN tidak adan yang tidak punya gedung baru. Kita sadar betul kita harus menyiapkan mobilitas vertikal generasi kita,” jelasnya saat sambutan.

Pemerinta menurutnya menyediakan beberapa mekanisme anggaran. Melalui skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) bahkan juga dengan IDB (Islamic Development Bank). Meskipun begitu, beliau juga menitipkan pesan kepada mahasiswa khususnya serta seluruh civitas akademika umumnya untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Saya ingin menitipkan Islam di tanah air. Perguruan Tinggi Islam dalam hal ini berada pada pisisi terdapan untuk mengawal, menjaga, memelihara, merawat dan mengembangkan nilai-nilai kesilaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru FEBI merupakan bentuk dari fasilitas yang bisa digunakan. Terutama oleh mahasiswa, adanya fasilitas baru ini diharapkan mampu melahirkan ahli ekonomi Islam.

“Saya coba berangkat dari titik terendah aspek umat Islam yakni ekonomi. Diharapkan kedepan, FEBI menghasilkan orang-orang terbaik dalam bidang ekonomi. Dari sinilah kita mulai,” tuturnya.

Beliau berharap, kedepan akan lahir kembali orang-orang yang akan menghidupkan Islam. Selain itu, tahun ini, UIN Sunan Kalijaga juga memiliki banyak dosen baru.

“192 kebutuhan dosen kita ajukan dan alhamdulillah dipenuhi semua,” imbuhnya lagi. Diharapkan kedepan, UIN Sunan Kalijaga banyak melahirkan guru besar.

Perguruan Tinggi Islam, Fondasi Nilai Keislaman

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia tidak bisa melepaskan ciri khasnya sebagai lembaga Perguruan Tinggi (PT) yang mengajarkan nilai-nilai keislaman. Pendidikan Islam merupakan sebuah proses penyiapan generasi berikutnya. Ada proses transfer pengetahuan serta nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beribadah di dunia.

Keunggulan pembelajaran sepanjang hayat perlu diejawantahkan oleh PTKIN dalam struktur organisasi pendidikannya. Dunia Akademik PTKIN telah mempunyai kekhasan tersendiri daripada PT yang lain.

Menghadapi era disrupsi termasuk disrupsi agama yang terjadi, Lukman Hakim Saifuddin meminta seluruh Perguruan Tinggi Islam Baik UIN, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maupun Institute Agama Islam Negeri (IAIN) konsisten memelihara kualitas kehidupan Islam, tidak hanya tingkat nasional tetapi juga tingkat dunia.

Menurut data yang dirilis oleh Kemenag, ada 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri tersebar di Nusantara. 58 PT ini menawarkan ribuan program studi yang bisa diakses oleh kaum muda. Keberadaan Perguruan Tinggi Islam ini diharapkan mampu menjadi fondasi kajian keilmuan keislaman. (Tri M)