PD BPR Bank Bantul Adakan Gaterhing untuk Dukung Kemajuan UMKM

Gathering dan pemberdayaan bagi pengelolaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM oleh PD BPR Bank Bantul (13/03/2019). (Foto: bantulkab.go.id)

Jetis, Bantul- PD BPR Bank Bantul menggelar gathering dan pemberdayaan bagi pengelolaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM (13/03/2019).  Gathering kali ini mengankat tema “Motivasi dan Meningkatkan Keahlian, Pengetahuan dan Pengelolaan UMKM”. Bertempat di Aula Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, acara ini bertujuan untuk memajukan UMKM khususnya di Kabupaten Bantul.

Sejumlah 50 orang pelaku UMKM dari Kecamatan Jetis terlihat antusias mengikuti acara ini. UMKM sejauh ini telah terbukti efektif dan tangguh sebagai motor penggerak perekonomian nasional setelah mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan. Namun dibalik ketangguhan UMKM masih dijumpai berbagai kendala seperti pengelolaan usaha yang masih tradisional, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum memadai, skala dan teknik produksi yang rendah serta masih terbatasnya akses kepada lembaga keuangan, khususnya perbankan.

Menurut Direktur Utama PD BPR Bank Bantul, Aristini Sriyatun, Bank Bantul mulai dari tahun 2003 sudah memberikan kerjasama dengan UMKM dibidang kredit modal itu dengan sistem kelompok-kelompok.

“Saat ini Bank Bantul menyediakan kredit untuk angkringan yang ada di Bantul. Sehingga dari angkringan itu bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang perguruan tinggi,” katanya.

PD BPR Bank Bantul tidak hanya menerima kredit tetapi juga membina untuk menabung, dimana tabungan yang ada di Bank Bantul ada beberapa tabungan yang setiap tahunya ada undian dan hadiahnya adalah 2 mobil, sepeda motor serta barang-barang elektronik.

“Jika kita menabung di Bank Bantul itu lingkupnya kecil hanya se Kabupaten Bantul, tapi kalau kita menambung di bank bank umum lingkupnya se Indonesia, jadi harapan untuk mendapatkan hadiah lebih tinggi dibandingan dengan bank umum,” ujar Direktur Utama PD BPR Bank Bantul.

Aristini Sriyatun berharap dengan acara pemberdayaan UMKM ini, bisa memberikan motivasi kepada bapak/ibu yang mempunyai usaha agar lebih berkembang. Acara dilanjutkan dengan pemberian motivasi oleh Erik Hadi Saputra selaku narasumber.

Peluang dan Tantangan Usaha di Yogyakarta

Kuliner dan kerajinan dinilai masih jadi dua bisnis yang sangat potensial di DIY. Pasalnya, kedua sektor bisnis ini kini masih terus jadi buruan para wisatawan yang datang.

Pelaku usaha kuliner Joja, Aluh Peni Untari mengatakan perkembangan pariwisata di DIY yang cukup pesat, memang sudah seharusnya jika berdampak positif pada sektor usaha dan bisnis. Menurut dia saat ini kian menjamur pelaku-pelaku usaha di bidang kuliner dan kerajinan. Namun sayangnya yang memanfaatkan peluang bisnis kuliner tersebut justru orang-orang dari luar Jogja.

“Ibaratnya Jogja hampir bukan milik orang Jogja lagi, karena banyak toko oleh-oleh justru bukan punya orang Jogja,” kata Aluh di sela-sela diskusi dan bedah buku Menggeluti Dunia Wirausaha yang digelar di Balai Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Jumat (15/2/2019).

Kondisi tersebut dikui Aluh merupakan tantangan bagi warga Jogja. Warga harus mulai memberanikan diri membuka usaha dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada tanpa terpaku pada modal usaha.Bahkan pemilik usaha katering dan toko oleh-oleh ini menantang warga yang serius berwirausaha.

“Kami akan bantu yang punya keseriusan dan yang mau maju. Sekarang tinggal bagaimana kemauan warga,” ucap Aluh. (Tri M)

Add Comment