Pelaku Wisata Harus Siap Hadapi Era Industri 4.0

Suasana seminar bagi pelaku industri, Selasa, (19/03/2019). Seminar kali ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. (Foto: gunungkidulkab.go.id).

Wonosari,  Gunungkidul-Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan seminar bagi pelaku industri, Selasa, (19/03/2019). Seminar kali ini mengangkat tema “Legalitas wajib bagi usaha pariwisata”. Tema yang diangkat merupakan upaya pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan kualitas para pelaku industri pariwisata.

Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari tiga unsur antara lain; dari pemerintahan, industri pariwisata serta masyarakat umum mengikuti acara ini.Berlangsung di Pendopo Rumah Makan Sego Abang, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, acara ini dibuka langsung oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah.

Bupati berharap para pelaku wisata dapat ikut mewujudkan visi dan misi kabupaten Gunungkidul. Dan kunjungan wisatawan yang meningkat harus dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana pendukung.

 “Saya minta warga masyarakat agar dapat menangkap peluang dan memanfaatkan kesempatan, jangan sampai hanya sebagai penonton tetapi juga ikut andil sebagai pelaku,” pintanya.

Badingah juga menghimbau kepada pelaku industri untuk terus berbenah. Apalagi menghadapi era revolusi industri dan di era keterbukaan persaingan antar kelompok industri kreatif.

“Kita harus harus siap menyongsong era industri 4.0 untuk itu diharapkan pelaku wisata berbenah dan bersiap diri dalam menghadapi hal tsb, agar dapat menjadi kompetitor dengan daerah lainnya”, pungkas Bupati.

Terlihat hadir dalam acara ini, Forkopimda, Kepala Dinas Pariwisata, Asti Wijayanti, dan tiga narasumber yakni; Dirut STIPRAM Yogyakarta, Hendroyono, paparan materi tentang, peningkatan pelayanan dalam industri pariwisata, Dosen Ilmu Pariwisata UGM, Popy Irawan, pemateri tentang Industri pariwisata era digital, LSU Bhakti Mandiri, Qairullah Gazali, akan memaparkan tentang, Legalitas usaha pariwisata standarisasi dan sertifikasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Asti Wijayanti, dihadapan Bupati menyampaikan, diselenggarakannya seminar ini diharapkan peserta dan para pelaku industri pariwisata dapat mengetahui arah kebijakan untuk pengembangan industri pariwisata Gunungkidul, sehingga dapat menjadi acuan dalam melangkah guna memajukan pariwisata. Selain itu sesuai dengan visi misi Bupati tentang pengembangan pariwisata Gunungkidul target-target yang tertuang dalam RPJMD /Renstra Tahun 2016-20121 akan tercapai.

Pariwisata Go Digital

Upaya menghadapi revolusi 4.0 dalam bidang pariwisata terus dilakukan oleh pemerintah. Kementerian Pariwisata dalam hal ini akan meningkatkan Go Digital sebagai program untuk era industri 4.0. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya perubahan perilaku konsumen saat ini semakin digital dan personal.

“Sudah tidak bisa lagi (agen perjalanan) mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” katanya saat .Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata I Tahun 2019, di Jakarta, beberapa bulan lalu. Ia menjelaskan bahwa regulasi dan teknologi membuat pertumbuhan sangat pesat.

“Dalam industri pariwisata perubahan customer behavior itu terlihat ketika search and share 70 persen sudah melalui digital,” tuturnya.Menteri Arief mencontohkan cara melancong ala milenial yang menggunakan Google Trips.“Google Trips itu untuk orang tua enggak terbayang. Tapi untuk anak muda itu sudah keseharian,” imbuhnya. (Tri M)