Penebaran Benih Ikan dan Sosialisasi Anti Narkoba dalam Tour De Sleman 2019

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun bersama dengan komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) mengkampanyekan Anti Narkoba saat berfoto bersama. Acara ini merupakan serangkaian acara dari Tour De Sleman 2019. (Foto : slemankab.go.id)

Sleman- Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) selenggarakan Tour De Sleman 2019 pada Minggu (10/3/19). Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, kegiatan ini terselenggara dalam rangka memperingati HUT Algojo kedua. Selain itu, acara ini juga merupakan serangkaian acara perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 103.

Menurut Giyanto, selaku ketua panitia, rute yang ditempuh dalam tour De Sleman 2019 kurang lebih 60 kilometer. Tour kali ini diikuti oleh 300 goweser kategori race (balap) dan lebih dari seribu goweser kategori umum.

“Start dimulai dari halaman Kantor Pemerintah Desa Condongcatur dan finish di Embung Kaliaji, Sangurejo, Wonokerto, Turi melintasi beberapa wilayah di Sleman,” jelas Giyanto.

Bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, Algojo juga melakukan penebaran 140 Kg benih ikan nila di Embung Kaliaji. Pemerintah Kabupaten Sleman dalam agenda ini diwakili langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Selain penebaran benih ikan nila, kegiatan ini juga melakukan kampanye stop narkoba. Sri Muslimatun acara ini. Menurutnya kegiatan positif semacam ini perlu rutin dilaksanakan karena selain mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga mendukung promosi pariwisata di Sleman.

“Kita tahu bersepeda membuat sehat, selain itu kegiatan semacam ini juga mendukung promosi pariwisata karena peserta juga banyak dari luar Sleman, ” kata Muslimatun.

Muslimatun berharap kegiatan ini bisa direplikasi oleh komunitas-komunitas sepeda lainnya karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.

”Seperti penebaran benih ikan ini juga tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar yang dijadikan penyelenggaraan even sepeda. Selain itu, dalam acar Tour De Sleman ini para goweser juga diajak mengkampanyekan stop narkoba,” tambah Muslimatun.

Potensi Wisata di Kabupaten Sleman

Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang cukup besar untuk dikembangkan. Potensi tersebut antara lain merupakan potensi sumber daya alam, kebudayaan serta sejarah. Tahun 2018, pariwisata Sleman berhasil menyumbangkan pendapatan asli daerah hingga 23 persen dari total pendapatan Rp 780 miliar. Salah satu yang dilakukan kabupaten ini untuk mendongkrak pariwisata daerah ini adalah dengan membentuk Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Pemerintah Kabupaten Sleman memang tidak main-main menjual potensi wisatanya. Setiap desa di kabupaten ini didorong membuat destinasi wisata. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, saat ini sudah ada 31 desa wisata di Sleman yang menawarkan keanekaragaman seni dan budaya serta alamnya yang begitu asri.

Dari 31 desa wisata tersebut, ada 7 desa masuk dalam kategori mandiri, 12 desa masuk berkembang dan 10 desa dalam kategori tumbuh.

Sementara itu Kepala Bagian Pemasaran Dispar Kabupaten Sleman Eka Priastana Putra menjelaskan, tingkat kunjungan wisatawan pada tahun 2018, Dispar telah menargetkan 8 juta wisatawan. Pada 2019 diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Sleman bisa naik 5-10 persen. (Tri)

Add Comment