Pengendalian Hama Melalui Gropyokan

GROPYOKAN : Sesi foto bersama dalam kegiatan gropyokan (03/03/2019). (Foto : pertanian.slemankab.go.id)

Sumberagung, Moyudan- Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melakukan pengendalian hama melalui kegiatan gropyokan (03/03/2019). Gropyokan ialah kegiatan penangkapan dengan metode mengusik sarang dan menangkap secara masal. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Kedung Banteng, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.

Gropyokan kali ini diikuti oleh beberapa Kelompok  tani. Selain itu, gropyokan yang berlangsung merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, BPTP Maguwo, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi D.I Yogyakarta, Balai Karantina, Kodim 0732 Kabupaten Sleman, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Pemerintah Kecamatan Moyudan dan Pemerintah Desa Sumberagung.

Ketua kelompok tani Rejeki Mulia Kedung Banteng, Edi Wasito, menuturkan bahwa lahan sawah yang mereka garap sudah tiga kali mengalami gagal panen akibat serangan tikus. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan menambahkan bahwa lahan tersebut sudah satu tahun bero sehingga kami akan berupaya agar lahan ini dapat kembali ditanami.

Mereka gotong royong, bahu membahu turun kesawah untuk turut gropyokan di lahan seluas 50 hektar yang menjadi sarang tikus. Hama tikus menjadi momok bagi sebagian petani padi di wilayah Kecamatan Moyudan. Lahan sawah yang ditanami padi kerapkali mengalami kerusakan bahkan hingga mengalami gagal panen.

Hama tikus di wilayah ini memang menjadi endemik yang penanggulangannya memerlukan upaya yang sungguh-sungguh dan sistemik. Sebelum masa tanam pertengan Maret mendatang, gropyokan akan kembali dilakukan tiap akhir pekan hingga masa tanam.

Hadir  dalam gropyokan  tikus  secara masal kali ini, Kepala  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I Yogyakarta, Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Kepala Balai  Karantina Yogyakarta, Camat Moyudan, Danramil Moyudan dan sekitar 35 orang mahasiswa Polbangtan.

Memberantas Hama

Hama dan penyakit pada tanaman merupakan salah satu kendala yang sangat mengganggu dalam usaha pertanian. Serangannya pada tanaman dapat datang secara mendadak dan dapat bersifat eksplosif (meluas). Sehingga, dalam waktu yang relatif singkat seringkali dapat mematikan seluruh tanaman dan dapat menimbulkan gagal panen (puso).

Akibat serangan hama, produktivitas tanaman menjadi menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomi (AE).

Mengingat dampak negatif dari penggunaan pestisida, maka pemerintah mengintroduksikan suatu paket teknologi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan disebut teknologi Pengendalian Hama Terpadu (integreted pest management). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada dasarnya terdiri atas dua kegiatan pengendalian yaitu usaha-usaha pencegahan (preventive controls) dan penggunaan pestisida (pesticide controls). Penggunaan pestisida boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan hasil optimal. (Tri M)