Penurunan Angka Kemiskinan Melalui Program Boga Sehat

Launching program pemberian asupan makanan bergizi (Boga Sehat) oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono. (Foto : sosial.bantulkab.go.id)

Pajangan, Bantul- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul melaksanakan program pemberian asupan makanan bergizi (Boga Sehat) (01/03/2019). Program ini dilaksanakan dengan tujuan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul.

Diluncurkan langsung oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono, peluncuran program ini berlangsung di Padepokan Setia Hati Teratai, Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Selain itu, terlihat hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul, Ketua TP PKK Kabupaten Bantul dan OPD terkait.

Progam Boga Sehat merupakan suatu progam pelayanan terhadap masyarakat berupa pemberian asupan makanan bergizi untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan. Adapun bantuan asupan makanan bergizi tersebar di 53 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Bantul.

 “Dengan adanya progam Bopga Sehat ini dapat meningkatkan rasa kasih kita terhadap lansia dan penyandang disabilitas di Kabupaten Bantul” jelas Suharsono.

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam program ini menyiapkan anggaran sebesar Rp. 6.075.000.000,-. Dari 53 Desa yang mendapatkan progam Boga Sehat, terdapat 900 penerima manfaat yang terbagi dari lansia terlantar dan disabilitas berat.

Dalam satu hari, Penerima Manfaat akan diberikan makan sebanyak 2 (dua) kali dengan makanan bergizi dan tentunya dapat memenuhi 2100 kalori yang dibutuhkan. Dalam penentuan asupan gizi, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

“Dengan adanya progam pemberian asupan makanan bergizi (Boga Sehat) diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemilik warung-warung makan yang bekerjasama dalam progam ini,”imbuhnya lagi.

Kemiskinan di Yogyakarta

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY JB Priyono mengatakan guna menanggulangi
kemiskinan di DIY yang ditargetkan bisa mencapai level 7 persen pada 2022 mendatang perlu dipahami terlebih dahulu anomali angka kemiskinannya. Jumlah penduduk miskin di DIY mencapai 460,10 ribu jiwa per Maret 2018 dan menempati rangking ke-21 di tanah air.

“Orang melihat kemiskinan itu terjebak pada lingkaran setan kemiskinan, jadi si miskin itu adalah yang tingkat pendidikannya rendah, derajat kesejahteraan rendah dan tingkat kesehatan rendah. Lingkaran setan kemiskinan inilah yang menjadi grand desain pengentasan kemiskinan Pemerintah Pusat,” tutur JB Priyono usai Rakor Penanggulangan Kemiskinan DIY di Kompleks Kepatihan, Selasa (16/10).

JB Priyono berdasarkan lingkaran setan kemiskinan tersebut, penanggulangan kemiskinan secara nasional dilakukan intervensi secara menyeluruh atau tidak secara parsial. Angka kemiskinan DIY yang menyentuh level 12,13 persen pada Maret 2018 maka bisa diasumsikan terkena lingkaran setan kemiskinan di atas.

“Anomali tingkat pendidikan, kesehatan derajad kemiskinan di DIY ternyata tidak rendah. Angka harapan hidup tinggi di DIY juga tinggi dengan indikasi turunnya angka kematian bayi,” tandasnya. (Tri M)