Peresmian Gedung SD Ciren oleh Yayasan Pendidikan Astra

Bupati Bantul, Suharsono, saat menandatangani secara simbolis acara peresmian dan serah terima gedung SDN Ciren. Gedung SDN Ciren merupakan bantuan dari Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Foto: bantulkab.go.id)

Bantul- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim melakukan peresmian dan serah terima Gedung SD Ciren (25/03/2019). Gedung SD ini merupakan bantuan dari PT. Astra International untuk Dusun Ciren, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bantul, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Civitas Akademika SD Ciren dan undangan, Pengawas, Muspika Kecamatan Pandak dan sejumlah awak media cetak maupun elektronik.

Bupati Bantul, Suharsono, dalam sambutannya mengatakan, upaya PT. Astra International, merenovasi dan membangun SD Ciren merupakan kebijakan luhur. Keberadaan gedung yang baru saja diresmikan juga diharapkan mampu untuk mendukung proses belajar siswa-siswi di Kabupaten Bantul.

“Kami merasa bangga dan apresiasi yang tinggi pada kepeduliaan Astra untuk pendidikan anak bangsa khususnya di Kabupaten Bantul. Kami bangga terhadap Astra dan Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas pendidikan, agar sejalan dengan program pemerintah dalam memeratakan pendidikan berkualitas,” ucapnya.

Pembangunan renovasi SD Ciren merupakan komitmen Astra dalam ikut serta mempersiapkan dan mencetak kader-kader penerus bangsa yang mampu bersaing dan siap menjadi pemimpin kemajuan bangsa.

“Pendidikan adalah penentu masa depan bangsa, generasi penerus bangsa yang memperoleh pendidikan yang baik tentu akan meningkatkan potensi kemajuan bangsa di masa yang akan datang,” tuturnya.

SD Ciren dibangun diatas tanah seluas 1566 m. Masa pembangunan gedung ini mulai bulan September 2017 sampai dengan November 2018. Pembangunan SD Ciren ini meliputi 4 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tenaga administrasi, ruang multimedia, ruang UKS, aula, mushola, kantin, plasa belajar, dan toilet.

“Kami harap dengan ditunjangnya sarana dan prasarana, SD Ciren dapat meningkatkan semangat belajar murid-muridnya untuk meraih prestasi,” ucap Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, Herawati Prasetyo,

Herawati Prasetyo  juga menjelaskan peran dari CSR PT. Astra International. Menurutnya perusahaan ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah binaan menjadi sejahtera. Terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia (3 T), Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya para guru, dan juga memberikan saranan dan prasarana yang memadai.

“Tentunya kami mempunyai empat pilar pembinaan kami, itu adalah dari bidang akademis, dari bidang karakter, dari bidang seni dan budaya, dan kecakapan hidup. Konsep awal sekolah kami adalah, konsep sekolah eskalator, kami masuk dari tingkat SD dulu, lau SMP diteruskan jenjang SMA/SMK. Yang nantinya saya harapkan, menjadikan SMK lulusasn-lulusannya membantu desanya, dalam arti bisa mensejahterakan lingkungan desanya,” imbuhny lagi.

Lebih lanjut, Herawati mengatakan, dari 76 sekolah binaan Astra, yang tersebar di Bantul, Gunungkidul, Bogor, Lampung Selatan, Kupang, Rote, Pacitan dan terakhir di Kalimantan Tengah.

“Total dari guru-guru binaan kami, sekarang sudah mencapai lebih dari 1000 guru di seluruh daerah, dan tentunya siswa-siswi binaan kami dari 76 sekolah belum termasuk Kalimantan ini sekitar 17.000 siswa. Khusus untuk di Bantul kami m,asuk ke lima sekolah di Pandak, adalah 3 SD yakni SD Gunturan, SD Jigudan, SD Ciren, SMP 4 Pandak dan terakhir di tahun 2015 kami masuk ke SMK,” ucapnya.

Wujudkan Kualitas Pendidikan

Keberadaan PT. Astra di Bantul terhitung pasca bencana di tahun 2006, mulai masuk ke SD tahun 2007, SMP masuk tahun 2012, terakhir di SMK di tahun 2015. Bantuan pendidikan ini meruapakan, konsep sekolah escalator. Di Bantul, model sekolah tidak banyak, di bidang akademik, mereka juga memberikan motivasi dan karakter kepada guru dan kepala sekolah.

Tujuannya ialah membangun motivasi untuk terus berkembang sesuai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang karakter, mereka melakukan pembinaan terhadap karakter dasar yaitu : disiplin, respek, kebersihan dan daya juang, yang dibangun uuntuk menumbhukan budaya positif untuk seluruh warga sekolah. Bahkan dapat diterapkan di dalam kehidupan di keluarga dan masyarakat.

Pelatihan dan pendampingan guru adalah peningkatan kompetensi guru, sebagai tuntutan standar mutu pendidikan, yaitu, kompetensi padagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Hal yang kami lakukan adalah menggandeng profesional, untuk guru kami bantu dalam membuat silabus, membuat RPP, pendalaman materi ajar, pembuatan dan pemakaian alat peraga, serta penelitian tindakan kelas.

Selanjutnya pelatihan implementasi kurikulum 2013, sebagaimana ketetapan Kemendikbud memenuhi standard kompetensi kelulusan, standard isi, dan proses pendidikan serta standard kompetensi inti.

“Di bidang akademik kami menggandeng Prof. Yohanes Surya, dalam pembelajaran IPA dan Matematika, kami mendatangkan guru-guru ke Jakarta untuk dilatih metode gampang asik dan menyenangkan (gasing) khususnya di bidang matematika, baik untuk SD maupun SMP. Pihak kami Astra juga mengadakan pelatihan, melalui konsep dasar ,Planning Do Check and Action (PDCA), yang telah kami terapkan di sekolah-sekolah binaan kami,” ujar Herawati Prasetyo.

Lebih lanjut Herawati menuturkan, di bidang non akademik PT Astra mengundang seniman untuk mengembangkan seni budaya di sekolahan. Selain dari seni budaya, untuk kecakapan hidup, anak didik juga diajari membatik.

“Dimana, hasil karya mereka sudah beberapa kali mengikuti pameran-pameran dan layak jual. Tata busanapun telah kami kembangkan yang kami pamerkan di INACRAFT. Kami harapkan sekolah-sekolah binaan kami bisa ikut tampil dalam ajang bergengsi tersebut,” tambahnya