Peringati Hari Air Sedunia, Bupati Sleman Imbau untuk Kelola Air dengan Baik

Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Air Sedunia yang ke-27 secara simbolis dengan menebar benih ikan serta menanam pohon di Embung Kaliaji, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. (Foto: slemankab.go.id)

Sleman- Memperingati Hari Air Sedunia ke-27, Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan menanam pohon (23/02/2018). Selain menanam pohon, dalam acara ini juga dilakukan penebaran benih ikan secara simbolis.

Acara ini bertempat di Embung Kaliaji, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Tema yang diangkat di acara ini ialah “Leaving No One Behind”. Peringatan Hari Air Sedunia jatuh setiap tanggal 22 Maret setiap tahunnya. Inisiatif peringatan ini diumumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini untuk bersyukur. Pasalnya kita yang saat ini hidup di daerah tropis selalu dilimpahi ketersediaan air yang cukup. Menurut Sri Purnomo rasa syukur tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memperbaiki pengelolaan air yang ada di sekitar kita.

”Ketika air dikelola dengan baik, maka air akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Tapi ketika tidak dikelola dengan baik, air akan dapat menjadi banjir di musim hujan, dan akan terjadi kekeringan ketika kemarau,” ucapnya.

Sri Purnomo menyebutkan bahwa pengelolaan air dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Begitu pun sebaliknya kerusakan lingkungan juga akan berpengaruh pada kondisi air di wilayah kita. Maka penegelolaan air ini menurut Sri Purnomo tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang saling berkaitan satu sama lain.

“Maka dalam acara ini kita hadirkan juga dari Dinas Lingkungan Hidup, dari PDAM dan yang lainnya juga. Karna masalah air ini perlu sinergitas dari berbagai pihak,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sapto Winarno, yang juga sebagai penananggung jawab acara tersebut mengatakan peringatan Hari Air Sedunia dimaksudkan untuk menarik atensi masyarakat internasional mengenai air bersih bagi kehidupan. Disamping itu kegiatan ini juga sebagai usaha advokasi untuk melindungi sumber daya air bersih secara berkelanjutan.

“Ini adalah hari untuk membuat komitmen bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat di dunia. Sesuai dengan temanya, maka semua semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal”, kata Sapto.

Acara ini juga diisi dengan sarasehan terkait pengelolaan air bagi masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Dinas PUP dan ESDM DIY, Muspidan dan DPRD Sleman, OPD Kabupaten Sleman, P3A dan organisasi masyarakat peduli sumber daya air. Disamping itu, dalam rangka Hari Air Sedunia ini Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan gerakan Irigasi Bersih pada bulan Maret dan September 2019.

Fungsi Air Bagi Kehidupan

Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.

Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air.

Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karen tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menitipkan pesan kepada anak muda untuk senantiasa menjaga lingkungan termasuk air dalam Hari Air Sedunia. Basuki mengatakan bahwa dalam rangka Hari Air Dunia, semua orang tidak boleh tidak mendapatkan akses air bersih.

“Saya titip kepada semua saudara sekalian, sekarang kan masa kampanye ada kampanye door to door, saya titip door to door untuk menyadarkan tentang bahayanya air. Air kalau tidak dirawat dengan baik jadi musuh tetapi kalau dirawat dengan baik jadi kawan,” ujarnya pada sambutan Hari Air di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.

Banjir Bandang yang terjadi di Sentani baru baru ini dan memakan korban, kata Menteri PUPR Basuki, salah satu penyebabnya adalah perilaku manusia. Jadi penting sekali pengetahuan para masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Hari air dunia ini kan leaving no one behind, kalau 1 orang di lingkungannya bisa menyebarkan virus lingkungan yang baik, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.