PKH Dusun Wonotingal Diharapkan Mampu Mengembangkan Usaha

PKH BANTUL : Kelompok PKH (Program Keluarga Harapan) Dusun Wonotingal, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul mengadakan pertemuan (05/03/2019). (Foto : kec-srandakan.bantulkab.go.id)

Poncosari, Srandakan- Kelompok PKH (Program Keluarga Harapan) Dusun Wonotingal, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul mengadakan pertemuan (05/03/2019). Pertemuan ini diikuti oleh 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Membahas mengenai pengembangan usaha, KPM diharapkan mampu memiliki semangat untuk mengembangkan usahanya. Bagi KPM yang belum memiliki usaha, didorong untuk segera membuat usaha.

Selain itu, dalam pertemuan ini juga membahas mengenai pengisian form kontrol. Form ini berfungsi untuk.mengontrol bantuan yang diterima KPM pada tahap 1.

PKH adalah Bantuan Tunai Bersyarat bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kriteria miskin yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, lansia dan atau disabilitas adalah merupakan program unggulan pengentasan kemiskinan dari Kementerian Sosial RI yang telah berjalan selama 10 tahun.

Tahun lalu, PKH di Kabupaten Bantul yang berjalan sejak Tahun 2008 telah mencakup 68.307 KPM dengan 242 SDM PKH ( 13 Operator, 2 Supervisor, 2 Korkab, 225 Pendamping). Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Bantul, tahun 2016, jumlah penerima PKH sebanyak 45.000 keluarga.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Irianto Edi menyebut bahwa trend dari penerima bantuan PKH dari tahun ke tahun mengalami penyusutan.

Hal tersebut lantaran terdapat beberapa komponen yang hilang dalam satu keluarga tersebut, sehingga tak lagi mendapatkan bantuan PKH.

“Jadi kalau dalam PKH itu yang menerima bantuan adalah keluarga miskin. Lalu dengan komponen ada ibu hamil, lansia, dan anak sekolah. Tiap tahin berkurang karena bisa jadi yang dulunya anaknya sekolah tapi sekarang tuntas,” bebernya, Senin (17/12).

Ia menuturkan bahwa penerima bantuan PKH hingga Maret 2019  masih berjumlah 12.178 KK. Hal tersebut dikarenakan bantuan PKH diberikan tiap tiga bulan sekali.

PKH dan Pengentasan Kemiskinan

Sejak tahun lalu, Kementerian Sosial menerapkan prosedur ketat dalam sistem targeting Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah tersebut dilakukan seiring perluasan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari enam juta KPM menjadi sepuluh juta KPM.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, menjelaskan bahwa program PKH ditargetkan untuk mengurangi kemiskinan. Ia menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Nasional Data Terpadu Tahun 2018.

“Bantuan sosial PKH, Beras Sejahtera (Rastra) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cakupannya sangat signifikan sudah tentu diharapkan memberikan efek kepada pengurangan kemiskinan dan kesenjangan,” ungkap Harry.

“Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), hingga September 2017 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen). Artinya jumlah tersebut berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen),” ujar Menteri Sosial Idrus Marham pada saat pembukaan rakornas.

“Fakta efektifitas PKH yang terus mengalami perbaikan dalam hal penyaluran dan sasaran intervensi semakin membuat Pemerintah semakin yakin bahwa perluasan penerima bansos non tunai dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat dapat semakin menekan angka kemiskinan dan gini ratio,” imbuhnya. (Tri M)