Sleman Tampilkan Reog Keprajuritan Kudhowiromo dalam Peringatan Serangan Umum 1 Maret

SERANGAN UMUM 1 MARET : Ikut berpartisipasi di peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 (03/03/2019) pemerintah Kabupaten Sleman menapilkan Reog Keprajuritan Kudhowiromo. Melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, prajurit yang dikirim untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang. (Foto : kebudayaan.slemankab.go.id)

Gedong Tengen, Malioboro- Ikut berpartisipasi di peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 (03/03/2019) Pemerintah Kabupaten Sleman menapilkan Reog Keprajuritan Kudhowiromo. Melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, prajurit yang dikirim untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang.

Partisipasi dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi seni budaya yang ada di Kabupaten Sleman kepada masyarakat luas. Apalagi dengan adanya Reog Keprajuritan yang merupakan salah satu budaya yang dikembangkan oleh masyarakat. Reog Keprajuritan Kudhowiromo merupakan kebudayaan yang berasal dari Dusun Tempungan, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

Reog ini kemudian ditampilkan di acara yang dilaksanakan di Jalan Malioboro. Tidak hanya Reog, peringatan serangan umum 1 Maret juga diramaikan dengan aksi teatrikal oleh 300-an orang dari Komunitas Djokjakarta 1945 bersama para peminat sejarah, instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan DIY dan Korem 072 Pamungkas.

Ketua Umum Komunitas Djokjakarta 1945, Eko Isdianto, mengatakan teatrikal yang diperagakan dalam aksi ini tidak dibumbu-bumbui. Dia memastikan tidak ada perdebatan atas versi sejarah yang dipertotonkan dalam teatrikal ini.

“Kita mengambil jalur Malioboro (dalam aksi teatrikal) karena memang di situ dulu terjadi titik inti serangan umum, yaitu di Hotel Tugu, Hotel Garuda, dan Benteng Vredeburg. Selain di titik-titik yang lain. Jadi inti serangannya memang di situ,” jelasnya.

Adapun rute kegiatan ini dimulai dari Hotel Grand Garuda sampai Titik Nol Jalan Malioboro Yogyakarta.  Kegiatan tersebut merupakan puncak acara untuk memperingati 70 tahun momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949  dengan tema “Dari Yogyakarta Republik Indonesia Berdaulat”.

Peringatan ini membuka kembali salah satu sejarah penting bangsa ini. Bagaimana masyarakat menegakan kedaulatan negara. Saat itu, Indonesia dikuasai oleh Belanda. Saat itu pula, keraton, tentara, dan masyarakat bahu membahu menyerang titik-titik strategis pasukan Belanda.

Setelah enam jam serangan, Yogyakarta dapat direbut kembali. Keberhasilan serangan itu membuat eksistensi Indonesia sebagai negara yang berdaulat dapat tersiar ke dunia internasional. Peristiwa ini sering diperingati hingga sekarang, peringatan ini diadakan untuk memupuk rasa cinta tanah air dan jiwa patriotisme generasi muda di Yogyakarta.

Menggali Nilai-nilai Reog

Nilai dari suatu kebudayaan adalah warisan bangsa yang sangat berharga. Unggulan lokal suatu daerah mengandung nilai-nilai yang perlu digali dan dilestarikan. Reog adalah salah satu kesenian yang cukup terkenal dari daerah Ponorogo dan telah dikenal oleh masyarakat dunia.

Kesenian merupakan salah satu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk atau jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif (Asmani, 2012: 54).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Imam Gunawan  kesenian Reog khususnya Reog Ponorogo memiliki nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian Reog Ponorogo adalah romantisme, kepemimpinan, estetika dan kerjasama. Tidak hanya di Ponorogo, masyarakat di Kabupaten Sleman Yogyakarta juga melestarikan budaya tarian Reog. Salah satunya ialah Reog Keprajuritan Kudhowiromo. (Tri M)

Add Comment