Upaya Meningkatkan Keamanan Masyarakat Melalui Aplikasi Jaga Warga

Penyampaian materi oleh narasumber di acara sosialisasi Jaga Warga bagi ASN tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi, Senin, (18/2/2019). Sosialiasai ini merupakan kerjasama antara Kesbangpol DIY dan Kesbangpol Kabupaten Kulon Progo. (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY bekerjasama Kesbangpol Kulon Progo mengelar Sosialisasi Jaga Warga bagi ASN tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi, Senin, (18/2/2019).  Sosialisasi ini berlangsung di Ruang Sermo komplek Pemda Kulon Progo. Acara ini diikuti oleh perwakilan SKPD dan Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.

Beberapa narasumber dihadirkan dalam sosialisasi kali ini. Beberapa narasumber yang hadir ialah Sekertaris Kesbangpol DIY Drs. Sugeng Irianto, Kesbangpol Kulon Progo, Budi Hartono, dan Tenaga Ahli Jaga Warga Anyoko.

Jaga Warga adalah upaya menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat oleh sekelompok orang dengan membentuk lembaga jaga warga atau dengan mengoptimalkan pranata sosial.

Dalam sambutannya Sekertaris Kesbangpol DIY Sugeng Irianto mengatakan dalam Peraturan Gubernur Nomer 9 tahun 2015, Jaga Warga merupakan gagasan Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang dilatar belakangi oleh kegelisahannya melihat perkembangan Yogyakarta yang tengah mengalami pergeseran budaya dan gangguan keamanan wilayah.

“Di 2019 ada sosialisasi jaga warga untuk ASN Kota/Provinisi dan sosialisasi jaga warga ditingkat pedukuhan untuk peningkatan kapasitas jaga warga. Berharap ASN paham dengan jaga warga dapat menyampaikan apa itu jaga warga ke masyarakat sekitarnya sekaligus menjadi pengurus jaga warga di daerahnya,” jelasnya.

Sugeng Irianto  menambahkan dengan Pergub ini diharapkan meningkatnya aspek keamanan dan kesatuan bangsa. Juga untuk menjaga ketertiban di desa sehingga wilayah dan kesejahteraan warga masyarakat meningkat.

Sementara itu Budi Hartono, mengatakan krisis ideologi dan kebangsaan menjadi tugas bersama termasuk jaga warga untuk menumbuhkembangkan kembali agar menjadi kekuatan besar menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jaga warga bukan sesuatu hal yang baru tetapi merupakan nilai – nilai luhur yang lama sudah ada yang intinya gotong royong karena ada sebuah keprihatinan kelunturan yang ada di masyarakat,” kata Budi.

Dalam sosialisasi tersebut Anyoko, menyampaikan keberadaan jaga warga tidak hanya mengurusi siskamling tetapi juga dapat menangani konflik sosial yang ada di wilayahnya.

“Lebih jauh kedepan desa juga harus bisa menganggarkan untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas jaga warga. Tugas jaga warga mendorong pranata sosial agar terus bergerak menjalankan fungsinya masing -masing,” jelasnya.

Perlu difahami Jaga Warga berkedudukan setara dengan pranata sosial yang ada dan masih menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana ketentuan berlaku. Dan anggota jaga warga adalah seluruh penduduk pedusunan.

Pentingnya Kesadaran Bela Negara

Penguasaan kedaulatan suatu bangsa atas bangsa lain bukan hanya terbatas pada hegemoni militer dan pendudukan wilayah secara fisik. Pola-pola hegemoni yang demikian sebenarnya telah mulai ditinggalkan, karena di akhir abad 20 berbagai aneka system kehidupan manusia telah bermetamorfosa menjadi satu bentuk, tanpa sekat atau batas-batas Negara bangsa setelah munculnya ide globalisme dalam perekonomian sejagat.

Bila kita tidak waspada, globalisme ekonomi merupakan sublimasi atau usaha pengalihan hasrat yang bersifat primitive (hegemoni militer), ke model yang dapat diterima masyarakat yaitu globalisasi ekonomi. Titik kewaspadaan kita dalam konteks globalisasi ini karena peran dan efektivitas Negara bangsa mulai berkurang.

Pesan moral yang paling penting dalam merespon globalisme ini sebenarnya bukan pada tataran setuju atau tidak setuju, tetapi lebih pada bagaimana mempersiapkan segenap warga Negara untuk menghadapi wujud globalisasi tanpa harus menggadaikan kedaulatan ideology, politik, ekonomi, social budaya dan territorial dalam konteks pertahanan keamanan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang penyelenggaraan Pertahanan Negara.

Oleh karena itu Kemhan bertugas untuk menyiapkan rumusan Kebijakan Umum Pertahanan Negara dan menetapkan Kebijakan Penyelenggaraan Pertahanan Negara. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Pertahanan saat ini dan beberapa tahun ke depan adalah perlunya meningkatkan kesadaran bela negara bagi setiap warga Negara. (Tri M)