20% Mobil Dinas Pemkab Sleman Ikuti Uji Emisi

Uji Emisi bagi kendaraan dinas dan umum secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. (Foto: slemankab.go.id)

Sleman- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman kembali mengadakan Uji Emisi bagi kendaraan dinas dan umum secara gratis, Selasa (09/04/2019). Kegiatan yang digelar di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman tersebut adalah upaya untuk menciptakan lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

Dwi Anta Sudibya selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengatakan ada sebanyak 600 mobil yang diuji emisi. Jumlah tersebut terdiri dari 100 mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Sleman dan sisanya adalah kendaraan umum milik masyarakat. Selanjutnya hasil uji emisi tersebut menurut Dwi akan dilaporkan kepada bupati sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

“Untuk mobilnya bapak bupati sendiri tadi sudah dicek pertama kali. Hasilnya memuaskan, HC-nya hanya 0,04, dengan batas kelulusan HC-nya 200. Harapan kami mobil-mobil dinas ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Mardiyana, yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Dinas DLH Kabupaten Sleman. Menurutnya dengan kegiatan tersebut akan diketahui gambaran kondisi kendaraan dinas yang ada di Kabupaten Sleman. Dia juga berharap setiap instansi yang memiliki mobil dinas untuk selalu merawat mobilnya secara rutin.

“Sarana dan prasarana ini harus kita pelihara, harus kita rawat agar bisa menjadi contoh dan tidak mencemari lingkungan hidup”, ujar Mardiyana.

Uji Emisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-103 yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2019 nanti. Dalam kegiatan tersebut turut melibatkan puluhan mahasiswa serta sejumlah dosen dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta.

Uji Emisi Kendaraan Dinas

Dari 120 kendaraan dinas (90 bensin dan 30 solar), hanya 96 (81 bensin dan 15 solar) yang lolos uji emisi. Sisanya 24 atau 20% kendaraan dinyatakan tidak lolos. Penyebabnya karena kendaraan jarang dirawat.

Uji emisi berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (9-10/4/2019). Dalam kegiatan ini, Pemkab Sleman mengandeng UNY dan Pusat Pengendalian Pembanguan Ekorogian Jawa (PPPEJ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan perwakilan DIY.

Selain kendaraan dinas, uji emisi juga menyasar mobil pribadi. Total jumlah kendaraan yang ikut uji emisi sebanyak 480 unit (120 kendaraan dinas dan 360 kendaran pribadi). Hasilnya, mobil pribadi hanya 75% yang lolos.

Kasi Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan Hidup DLH Sleman, Rahmat Budi Saptono mengatakan, uji emisi bertujuan mengukur dan mengetahui besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor serta tingkat perawatan kendaraan. Selain itu, juga untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil uji emisi, terutama guna penyusunan kebijakan.

“Sasarannya peningkatan perawatan kendaraan bermotor dan terpenuhinya ambang batas emisi gas buang pada setiap kendaraan bermotor, khususnya roda empat. Untuk itu, bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi langsung dikarantina guna mendapatkan penanganan dan perbaikan,” kata Sapto.

Sapto menjelaskan uji emisi penting dilakukan. Sebab 65%-85% pencemaran udara disumbangkan gas buang emisi kendaraan. Untuk kualitas udara di Sleman secara umum masih bagus. Dari 26 titik pemantauan lalu lintas, hasilnya masih di bawah ambang batas.

“Hanya dengan pertumbuhan kendaraan yang cukup pesat, tetap perlu diantisipasi sejak dini, sehingga kualitas udara tetap dapat terjaga,” katanya.

Add Comment