Festival Makanan Tradisional Bantul Resmi Dibuka

Festival Makanan Tradisional Bantul resmi dibuka. Bupati Bantul mengatakan bahwa festival makanan tradisional diharapkan mampu melahirkan inovasi pengembangan makanan khas tradisional. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bantul- Festival Makanan Tradisional Bantul resmi dibuka, Jumat (12/04/2019). Dibuka langung oleh Bupati Bantul, Suharsono, pembukaan ini berlangsung di Pantai Parangtritis.

Dalam sambutanya Bupati Bantul mengatakan bahwa makanan tradisional akan mampu menjadi penyemangat serta inspirasi khususnya bagi kawula muda di Kabupaten Bantul untuk berkiprah lebih serius di usaha kuliner dan dengan membuat inovasi pengembangan makanan khas tradisional yang kita miliki.

“Publikasi kegiatan ini harus kita giatkan. Baik itu lewat jalur publikasi di media surat kabar atau media sosial yang mempunyai peran sangat strategis,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, dunia kuliner dan dunia pariwisata adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan event ini diharapakan akan terus bermunculan kedepannya. Karena hal ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas untuk berkunjung di Kabupaten Bantul.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, untuk acara seperti ini jika dikemas dengan baik dan serius akan semakin mengangkat nama Kabupaten Bantul sebagai kota destinasi pariwisata yang mempunyai kekayaan alam serta kuliner dan budayanya yang sangat menarik.

Menurut laporan penyelenggara dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, misi dalam kegiatan ini yaitu, mengembangkan Pantai Parangtritis lebih ke internasional lagi.

Menyajikan Jajanan Tradisional

Bantul mempunyai beragam jajanan tradisional ragamnya telah di festivalkan secara maraton diantaranya, festival mie lethek, miedes, ingkung, sate klatak, dan sebagainya.

“Ada 30 pelaku usaha Miedes dan 13 Ingkung,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Ni Nyoman Yudiriani.

Menurutnya, Ingkung dan Miedes sengaja disajikan dalam festival tradisional dalam rangka bersama-sama memasarkan potensi kuliner tradisional yang ada di Bantul.

Terutama Ingkung yang merupakan asli dari desa wisata Santan, kecamatan Pajangan dan Miedes desa wisata Surocolo, kecamatan Pundong.

“Harapannya wisatawan berkunjung ke Bantul bukan hanya melihat sektor pariwisata alam, seni dan kerajinan. Akan tetapi ada juga kuliner khas yang bisa dinikmati,” terangnya.

Puluhan pedagang yang ikut dalam festival kuliner tradisional ini tampak asyik memasak. Mereka menyajikan miedes dan Ingkung dengan penuh kreasi.