Kulon Progo Akan Bangun Taman Kerajaan Nusantara

Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, dan Indonesia Representative Kent-Super Industries Limited yang diwakili, Liliek Saputra terkait dengan pembangunan Taman Kerajaan Nusantara di Kabupaten Kulon Progo. (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Dalam rangka mewujudkan pembangunan Taman Kerajaan Nusantara di Kabupaten Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, dan Indonesia Representative Kent-Super Industries Limited mengadakan kerja sama, Rabu (10/4/2019).

Kerja sama kali ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, dengan Liliek Saputra selaku perwakilan dari Indonesia Representative Kent-Super Industries Limited.

“Kita punya rencana untuk membangun Taman Kerajaan Nusantara, seperti Taman Mini Indonesia Indah tetapi anjungan-anjungannya adalah kerajaan yang ada di seluruh Indonesia. Dengan harapan jadi prasasti yang sifatnya tidak hanya nasional tetapi internasional,” Kata Bupati Kulon Progo.

Berlangsung di ruang menoreh Pemkab Kulon Progo, penandatanganan nota kesepahaman ini juga disaksikan beberapa pejabat terkait. Keduanya sepakat melakukan kerjasama kemitraan untuk mewujudkan Taman Kerajaan Nusantara di Kabupaten Kulon Progo.

“Karena kekayaan nusantara yang terdiri dari kerajaan dari sabang sampai merauke ini, ini merupakan suatu kekayaan dunia yang pernah terjadi, dan waktu itu pernah disatukan oleh Mahapatih Gajah Mada, yang akhirnya menjadi suatu kesatuan menjadi Nusantara,” jelasnya lagi.

Pembangunan ini dalam rangka pelestarian budaya Nusantara, sarana pembelajaran dan tempat wisata. Konsep pembangunan Taman Kerajaan Nusantara ini akan menyerupai Taman Mini Indonesia Indah. Tetapi anjungannya adalah kerajaan-kerajaan di nusantara ini.

Berusaha tidak hanya menghadirkan fisikly tapi diharapkan juga menghadirkan ruh, nuansa kebatinannya juga bisa hadir di dalam bangunan-bangunan ini. Direncanakan lokasinya berada di perbukitan menorah.

“Kalau ini dituangkan dalam suatu kawasan yang menjadi bagian dari menyelamatkan karya besar bangsa dan nusantara ini, saya kira tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi menjadi center of excellent untuk riset masalah-masalah terkait dengan sejarah, menjadi material teaching masalah-masalah terkait dengan arsitektur, arkeologi, dan juga sejarah itu sendiri. Saya berharap manufacturing berbasis budaya yang ada heritage, ada prasastinya ini, justru menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk disaingi, oleh destinasi-destinasi wisata yang lainnya,” Tambah Dokter Hasto.

Melestarikan Budaya

Dengan Taman Kerajaan Nusantara ini, Bupati ingin merefresh kembali, bahwa pernah ada suatu masa dimana ada kejayaan kerajaan-kerajaan yang banyak sekali yang bisa dijadikan pelajaran. Salah satunya seperti penyebaran agama seperti apa, dari jaman hindu, budha dan seterusnya, kemudian masuk islam dan kemudian berkembanglah kerajaan-kerajaan Islam, di Nusantara ini kemudian menjadi Nusantara.

Dan manfaat tambahan atau added valuenya besar sekali, tidak hanya sekedar pariwisata, tapi pembelajaran yang sangat besar. oleh karena itu untuk bercita-cita kesana, harus menggandeng perusahaan, yang sifatnya tidak lokal, nasional tetapi yang internasional, maka Bupati menyampaikan terimakasih kepada Kent, perusahaan yang berpusat di Hongkong, yang kemudian mempunyai ketertarikan untuk mensuport kegiatan ini, dan menshare secara internasional.

“Mudah-mudahan dengan destinasi ini, Kulon Progo bisa menjadi magnitnya pariwisata, kemudian melengkapi destinasi yang sudah legendaris seperti sekarang ini seperti Borobudur, kemudian keraton, malioboro dan prambanan. Hadir satu lagi Taman Kerajaan Nusantara, yang menyerupai Taman Mini Indonesia Indah, tetapi anjungannya adalah kerajaan-kerajaan. Kita hadirkan tidak hanya fisikly tapi kita hadirkan roh, nuansa kebatinannya bisa hadir di dalam bangunan-bangunan ini” tandas Bupati Kulon Progo.

Seusai penandatanganan, Liliek Saputra menyampaikan, penandatangan dengan Pemda ini adalah pilot project pertama di Indonesia yang pertamakalinya ditangani oleh Kent.

“Karena kami melihat potensi yang cukup besar, dengan adanya bandara di Kulon Progo, kemudian ada ide dari Bapak Bupati yang mengusulkan ada Taman Kerajaan Nusantara, yang merupakan ide yang sangat cemerlang, sehingga langsung kami tangkap sebagai suatu peluang, bahkan untuk kita berinvestasi di Kulon Progo. Namun tidak menutup kemungkinan juga kami berinvestasi lebih dari yang sekarang, di bidang-bidang yang ada di Kulon progo,” kata Liliek Saputra.

Add Comment