Kulon Progo Siapkan Dana Desa untuk Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menggelar advokasi petunjuk teknis (juknis) pemanfaatan dana Desa untuk kesehatan di Ruang Sermo Kompleks Kulon Progo. (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Pemanfaatan dana Desa di Kulonprogo tahun ini didorong dapat dimanfaatkan untuk bidang kesehatan. Hal ini disampaikan dalam advokasi petunjuk teknis (juknis) pemanfaatan dana Desa untuk kesehatan, Selasa, (23/4/2019).

Advokasi ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo. Meski, dalam realisasinya tetap paling banyak dimanfaatkan untuk infrastuktur, namun kesehatan juga menjadi masalah penting yang harus di atasi.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sermo Kompleks Kulon Progo. Dihadiri kepala Desa dan petugas Puskesmas se-Kulon Progo.

Kepala Dinkes Kulon Progo melalui Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat  dr.Susilaningsih, mengatakan pemanfaatan dana Desa yang ada di wilayahnya masing-masing, mampu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

“Dana Desa diharapkan sesuai dengan prioritas masalah di masing-masing wilayah  sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Permendes) Nomer 16 tahun 2018, terdapat prioritas penggunaan dana Desa dan sesuai tahapan perencanaan,” jelasnya.

Susilaningsih, menambahkan dana Desa bisa dimanfaatkan beberapa program seperti pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) atau untuk operasional kegiatan terkait dengan kesehatan.

Lima Prioritas Masalah Kesehatan

Sementara itu Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan, Dinkes DIY, Yulia Irene Henny Wahyunarni, mengungkapkan terdapat lima prioritas masalah kesehatan.

“Prioritas tersebut adalah percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, ke dua peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi, ke tiga percepatan penurunan stanting, ke empat pencegahan pengendalian penyakit tidak menular (ptm) dan percepatan eliminasi TBC,” ungkapnya.

Yulia Irene menjelaskan menurut Peraturan (PP) Nomor 60 tahun 2014 dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperuntukan bagi desa, ditransfer melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan mendanai penyelengaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.

Yulia Irene mengajak masyarakat untuk sadar kondisi kesehatan dengan cara cek kesehatan rutin untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dan melakukan Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Serta melakukan aktivitas fisik yang dilakukan minimal 30 menit sehari ini berlaku bagi semua usia.