Laksanakan Program Bela Beli, KWT Kulon Pogro Ikuti Bazar

KWT Dhuawar ikut memeriahkan bazar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo bekerja sama dengan Asosiasi Kelompok Pengolah dan Pemasar hasil perikanan Mina Binangun (POKLAHSAR) dengan menjual sayur-sayuran local. Bazar kali ini merupakan implementasi dari Program Bela Beli Kabupaten Kulon Progo. (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Menindaklanjuti program Bela Beli Kabupaten Kulon Progo, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo bekerja sama dengan Asosiasi Kelompok Pengolah dan Pemasar hasil perikanan Mina Binangun (POKLAHSAR) turut serta meramaikan bazar. Bazar kali ini diikuti oleh beberapa KWT (Kelompok Wanita Tani) di Kabupaten Kulon Progo.

Terselenggara, Jumat (12/04/2019) di halaman Pemda Kabupaten Kulon Progo banyak produk-produk KWT yang ditampilkan di sana. Beberapa yang ikut memeriahkan serbu ikanku dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, UMKM dusun Margosari, KWT Dhuawar serbu sayurku dusun Kroco, Kelompok “KOMPAK” serbu sayurku Kecamatan Kokap, yang juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Dari Seksi Bina Usaha Perikanan, Lely Marwati, mengatakan bahwa dengan adanya ajakan untuk mengkonsumsi ikan dari serbu ikanku, bisa mengajak masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak ikan.

 “Program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat di kabupaten Kulon Progo untuk makan ikan dan gemar ikan, karena konsumsi makan ikan masyarakat Kulon Progo masih rendah, melalui acara bazar ini diharapkan bisa mengajak masyarakat gemar makan ikan” jelas Lely.

Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan fasilitas kepada kelompok Asosiasi POKLAHSAR seperti, budidaya dan paket, pelatihan untuk kelompok pemula dan kelompok lanjut, bantuan benih ikan dan kolam. Dari kerja sama yang telah dilakukan hasil penjualan semua akan diserahkan kepada Kelompok Asosiasi POKLAHSAR.

Hafsah Salsabila, salah satu pengunjung yang ikut menghadiri acara ini menyatakan bahwa acara ini sangat bagus. Apalagi dengan menghadirkan banyak variasi produk-produk dengan harga yang terjangkau dan murah.

“Bazar ini sangat bagus dan membatu, baik dari para pegawai maupun Kelompok penjual, karena adanya bazar ini juga bisa membantu pemerintah untuk melaksanakan program Bela Beli  Kulon Progo” kata Hafsah.

Bazar berlangsung secara rutin setiap hari jumat mulai pukul 07.30-09.00 WIB di halaman Pemda Kulon Progo, sedangan hari Minggu setiap dua minggu sekali pada acara Car Free Day di Alun-alun Wates Kulon Progo.

Kegiatan ini dikhususkan untuk pegawai Pemda Kulon Progo, untuk mendukung program Bela Beliku. Berbagai produk seperti jamu kunyit asam, jus, sayur oganik, telur, buah, dan olahan ikan dengan produk serbu ikanku dari dari kelompok Asosiasi POKLAHSAR di Kulon Progo.

Program Bela Beli

Bagi sebagian orang, Kulonprogo termasuk daerah asing. Tak banyak yang mengenal daerah di Provinsi DI Yogyakarta itu. Padahal di sanalah, program mengangkat produk lokal sukses dijalankan. Nama programnya ‘Bela dan Beli Kulonprogo’.

Program ini diluncurkan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo bersama Wakil Bupati, Sutedjo, pada tanggal 25 Maret 2013, beberapa tahun lalu. Ikrar gerakan Bela Beli Kulonprogo waktu itu semangatnya adalah merebut pasar di negeri sendiri.

Program ini merupakan gerakan untuk membeli dengan cara membeli produk-produk lokal yang dipunyai di wilayah barat Provinsi DIY ini. Hasto menyadari, masih banyak warga Kulonprogo yang kesejahteraannya masih kurang di bandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi DI Yogyakarta. Sementara itu sumber daya alam dan sumber daya manusia ada di kabupaten yang terletak di sebelah barat Sungai Progo itu.

“Ini program ideologis untuk kemandirian bangsa secara ekonomi. Caranya ya dengan membeli produk sendiri,” ungkap Hasto kepada detikcom.

Dia bercerita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, dari sisi teknologi dan infrastruktur Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara lain. Tidak ada waktu untuk mengejar ketertinggalan tersebut secara cepat.

“Contohnya HP itu produk teknologi dari luar. Kita tidak bisa membuat sendiri, termasuk teknologi elektronik lainnya. Tak ada waktu lagi untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya.

Add Comment