Peringati HLUN, Wabup Bantul Ajak Lansia Jaga Kesehatan

Seremonial memukul Kethog oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menandai dibukanya Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 23 Tahun 2019. (Foto: bantulkab.go.id)

Bantul- Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih membuka acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), (02/04/2019). Pembukaan ini ditandai secara simbolis dengan memukul Kethog oleh wakil bupati. Bertempat di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Luhur Kasongan, peringatan ini merupakan HLUN yang ke-23.

Menurut Ketua Panitia, Wardiman, BBA, Peringatan HLUN ini untuk meningkatkan kesadaran kepada warga masyarakat apa artinya HLUN. Selain itu juga untuk meningkatkan kemandirian terhadap lanjut usia. Puncak HLUN dilaksanakan pada Bulan Mei 2019 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Abdul Halim Muslih menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul nderek manghayubagyo diselenggarakannya acara HLUN 2019 ini. Semoga dengan peringatan ini, kembali memberi semangat hidup kepada para lansia.

“Saya mengamati bapak/ibu lansia dalam menyanyikan lagu tadi dan luar biasa sekali tidak ada yang meleset sedikitpun dan nadanya juga sangat benar dan bagus, itu artinya lansia di Kabupaten Bantul ini cerdas dan berkualitas,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada lansia untuk tetap menjaga kesehatan. Lansia bisa berolahraga semampunya, bergerak sebisanya walau hanya berapa menit saja. Pikiran hal-hal yang tidak memberatkan fikiran. Menurutnya lagi, hati yang semeleh dan pikiran yang sehat juga akan membuat kita bahagia.

“Bapak Ibu Lansia kunci kesehatan itu pada hati, maka hati kita harus selalu berdzikir karena dengan berdzikir itu akan membuat kita ayem, karena dekat dengan Alloh itu adalah kedekatan kita dengan yang terhebat. Sehingga hati kita tenang, tentram dan bahagia,” katanya.

Kesehatan Lansia

Lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental, dimana terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya.Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Sebagai dampak keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia salah satunya adalah meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia sehingga populasi lansia juga meningkat. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2014, umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia untuk wanita adalah 73 tahun dan untuk pria adalah 69 tahun. Menurut Bureau of the Cencus USA (1993), Indonesia pada tahun 1990-2025 akan mempunyai kenaikan jumlah lanjut usia sebesar 414%.

Pasien lanjut usia mempunyai ciri-ciri: memiliki beberapa penyakit kronis/menahun, gejala penyakitnya tidak khas, fungsi organ yang menurun, tingkat kemandirian berkurang, sering disertai masalah nutrisi, karena alasan tersebut perawatan pasien geriatri berbeda dengan pasien yang lain (dr. Nedya Safitri: 2018).

Menua secara fisiologis ditandai dengan semakin menghilangnya fungsi dari banyak organ tubuh. Bersamaan dengan itu meningkat pula insiden penyakit seperti coronary arterial disease (CAD), penyakit-penyakit serebrovaskular, penyakit ginjal dan paru. Hal ini akan menyebabkan semakin cepatnya tubuh kehilangan fungsi-fungsi organnya.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah, menunda, atau menemukan dan mengenali secara dini berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, serta mengatasi penyakit-penyakit yang muncul untuk mencegah komplikasi. Upaya tersebut disebut pencegahan primer, sekunder, dan tersier.