Rektor Baru UAJY Akan Tingkatkan Produktivitas

Pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto kepada Rektor terpilih Prof. Yoyong Arfiadi Periode 2019-2023. (Foto: uajy.ac.id)

Sleman Universitas Atma Jaya Yogyakatya (UAJY) baru saja melantik rektor terpilih Prof. Yoyong Arfiadi, (01/04/2019). Pelantikan Rektor kali ini diselenggarakan di Auditorium Kampus II, Gedung Thomas Aquinas, Babarsari, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Turut hadir di acara ini rektor periode 2015-2019, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto.

“Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. Atas segala jasa dari berbagai pihak selama empat tahun ini sehingga memperoleh capaian luar biasa. Rangking ke-34 nasional, rangking ke-4 PTS se-Indonesia dari 4.000 lebih Perguruan Tinggi di Indonesia, UAJY terakreditasi A, itu semua adalah kerja keras kita semua tanpa terkecuali. Tetaplah tali silaturahmi di antara kita, kita jaga. Terima kasih, Tuhan memberkati,” ujar Sri Nurhartanto.

Sementara itu, Yoyong Arfiadi, Rektor UAJY Periode 2019-2023 mengajak seluruh civitas akademika UAJY untuk terus meningkatkan produktivitas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemajuan UAJY sebagai bagian dari perguruan tinggi.

“Kita tingkatkan produktivitas agar UAJY semakin maju. Mari, seluruh civitas akademika UAJY berkontribusi positif sesuai tugas kita masing-masing. Bangun dan kedepankan nilai-nilai keutamaan dan kebajikan sebagai universitas yg berpegang pada nilai-nilai universal Katolik. Jadilah contoh agar nilai-nilai keutamaan selalu menjadi ciri dan pegangan dalam pelaksanaan tugas kita sehari hari,” ujarnya.

Bambang Supriyadi, CES, DEA selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY juga berharap semua lulusan Perguruan Tinggi mampu bersaing. Baik ditingkat nasional maupun global.

 “Tidak hanya di jogja saja tetapi juga ke berbagai daerah, itulah yang dilakukan Atma Jaya dengan mahasiswanya yang datang dari 34 provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Pemilihan Rektor UAJY yang kali ini telah melalui proses panjang yang berlangsung mulai Agustus 2018 sampai dengan Januari 2019. Proses yang dilalui di antaranya Pendaftaran Bakal Calon Rektor, Pemeriksaan Kesehatan, Presentasi Bakal Calon Rektor hingga Penetapan Rektor UAJY Periode 2019-2023 oleh Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta.

Sebelum pelantikan, diadakan Perayaan Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr, Rm. St. Suratman Gitowiratmo, Pr dan Rm. Robertus Tri Widodo, Pr yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Prof. Yoyong Arfiadi, terpilih menjadi Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Periode 2019-2023 menggantikan Dr. Gregorius Sri Nurhartanto yang berakhir masa jabatannya pada 31 Maret 2019. Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Slamet Rijadi Nomor: 06/Kep-Peng/ YSRY/2019 tentang pengangkatan Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta periode 2019–2023.

Peran Perguruan Tinggi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menaruh keyakinannya, bahwa semakin banyak sarjana yang kreatif, inovatif, dan visioner, akan mempercepat perwujudan Indonesia menjadi negara maju, makmur, dan berkeadilan. Menurutnya, saat banya sarjana yang terjun ke masyarakat, di sanalah laboratorium kehidupan sesungguhnya.

“Saya yakin bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di perguruan tinggi akan menjadi modal utama dalam menekuni pekerjaan dan profesi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Bambang.

Bambang juga menegaskan fungsi dan peran perguruan tinggi di Indonesia merupakan sentra pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia sangat berharap pada lembaga-lembaga pendidikan tinggi untuk dapat melahirkan generasi yang terampil dan mandiri.

“Perguruan tinggi merupakan tempat menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmu pengetahuan. Seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat kekuatan moral, dan sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa,” tuturnya.

Senada dengan hal ini, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir juga mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis untuk menyambut bonus demografi dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di era global.

Menteri Nasir menambahkan bahwa Bonus Demografi yang akan didapatkan Indonesia ibarat dua mata pisau yang memiliki peluang dan tantangan tersendiri. Bonus Demografi yang dikelola dengan baik dengan mempersiapkan angkatan kerja produktif Indonesia dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan akan menjadi berkah yang mampu menggerakkan perekonomian bangsa.

Namun disisi lain, jika sumber daya manusia produktif yang begitu besar tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan menjadi beban dan menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Oleh karena itu, Menteri Nasir mengingatkan kembali seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memainkan peran strategis dalam meningkatkan mutu SDM Indonesia saat menyambut bonus demografi.