Tingkatkan Kepedulian Sosial, UKM PMK Widya Mataram Adakan Bakti Sosial

Kegiatan bakti sosial dan kegiatan retret dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PASKAH Universitas Widya Mataram (UWM) mengangkat tema Bersatu Melayani dalam Kasih. (Foto: widyamataram.ac.id)

Yogyakarta- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PASKAH Universitas Widya Mataram (UWM) melaksanakan kegiatan bakti sosial dan kegiatan retret Sabtu (30/03/2019). Kegiatan ini merupakan komitmen dari UKM PMK untuk meningkatkan kepekaan sosial.

Bakti sosial sendiri dilakukan pada hari pertama di Panti Jompo Wredahana, Jl. Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Selanjutnya Reat-reat diawali dengan ibadah pembuka dengan ibadah hening untuk refleksi diri dan melepaskan permasalahan pribadi. Sementara untuk hari kedua diisi dengan doa bersama, senam dan berbagai games.

UKM PMK Paskah merupakan wadah kegiatan kerohanian bagi mahasiswa beragama Kristiani di Universitas Widya Mataram. Kali ini, kegiatan yang dilaksanakan oleh UKM tersebut mengangkat tema Bersatu Melayani dalam Kasihdengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota UKM.

Kegiatan tersebut juga mengundang BEM UWM dan UKM di lingkungan UWM. Bakti sosial menjadi aktualisasi sebagai makhluk Allah sekaligus makhluk sosial dalam kehidupan ini. Sementara reat-reat memiliki makna yakni gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri dari lingkungan kesehariannya untuk alasan berhubungan dengan kebutuhan spiritual, menjaga kesehatan. Bagian dari gaya hidup maupun aspek sosial lainnya.

Bakti sosial dan reat-reat juga sebagai impelentasi Tri Dharma Perguruan Tinggi karena didalamnya memuat unsur pengabdian kepada masyarakat, yang dalam hal ini dilakukan oleh mahasiswa. Menurut Samuel Horo, selaku Ketua UKM PMK Paskah, kegiatan dilakukan untuk meningkatkan iman dan kepercayaan umat Kristiani sebagai landasan dalam melakukan pekerjaan. Disamping itu juga untuk menjalin ikatan antara anggota baru dengan mahasiswa senior, karena kegiatan ini melibatkan pengurus, senior, anggota lama dan anggota baru.

Kepala Biro III, Cahya Purnama Asri, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini memuat ibadah dan doa yang itu merupakan ibadah sakral. Dengan begitu Cahya berharap agar para peserta dan seluruh yang mengikuti kegiatan dapat mengikuti dengan baik, senantiasa menjaga sikap, perilaku dan menjaga kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Bonus Demografi dan Peran Perguruan Tinggi

Indonesia akan mendapat anugerah bonus demografi dalam rentang waktu 2020-2030, yang mencapai puncaknya pada tahun 2030. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis untuk menyambut bonus demografi dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di era global.

Menteri Nasir menambahkan bahwa Bonus Demografi yang akan didapatkan Indonesia ibarat dua mata pisau yang memiliki peluang dan tantangan tersendiri. Bonus Demografi yang dikelola dengan baik dengan mempersiapkan angkatan kerja produktif Indonesia dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan akan menjadi berkah yang mampu menggerakkan perekonomian bangsa.

Namun disisi lain, jika sumber daya manusia produktif yang begitu besar tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan menjadi beban dan menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Oleh karena itu, Menteri Nasir mengingatkan kembali seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memainkan peran strategis dalam meningkatkan mutu SDM Indonesia saat menyambut bonus demografi.

Menteri Nasir mengatakan perguruan tinggi dituntut mempersiapkan mahasiswanya menghadapi pekerjaan yang belum ada (future jobs). Di era revolusi industri 4.0 tidak hanya cukup literasi lama yaitu membaca, menulis, dan matematika sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat. Para mahasiswa dan lulusan harus mulai menguasai literasi baru di era ini, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Literasi baru di era Revolusi Industri 4.0 ini mendorong implementasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner), agar mampu beradaptasi dan berkembang dengan baik dalam menghadapi tantangan global di era Revolusi Industri 4.0 dan era selanjutnya.