Atasi Berita Hoaks Dari Desa

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY mengadakan kegiatan Diseminasi konten positif dengan tema Cerdas menyikapi hoax dan pemberitaan di era millennial. (Foto: Dinas Kominfo Kulon Progo)

Kulon Progo-  Berita hoaks menjadi masalah penting yang harus di atasi oleh bangsa ini. Cepatnya informasi tanpa batas ruang dan waktu serta kebebasan akses menjadi faktor utama lahirnya berita hoaks.

Sejatinya, berita hoaks merupakan berita bohong yang tidak sesuai fakta di lapangan. Media sosial dalam hal ini ikut berkontribusi penuh lahirnya berita hoaks. Tentu media sosial hanya menjadi wadah, selebihnya penyumbang terbesar ada pada pengguna.

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan media sosial yang aman dan sehat khususnya kalangan generasi millenial. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY mengadakan kegiatan  Diseminasi konten positif dengan tema Cerdas menyikapi hoax dan pemberitaan di era millenial, di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Sabtu (04/05/2019). Dikikuti oleh masyarakat dan karang taruna dusun Taruban.

“Setelah Pemilu 2019 masih banyak berita hoax yang berberkembang di masyarakat melalui media sosial, oleh karena itu kita konsen untuk mendinginkan suasana dengan meliterasi masyarakat, bagaimana mereka mensikapi berita hoax tersebut,” jelas  Kepala Dinas Kominfo DIY, Roni Primanto Hari.

Tujuan kegiatan  diseminasi konten positif diadakan adalah untuk meliterasi masyarakat dalam menyikapi berita-berita hoax yang berkembang terutama setelah Pemilu 2019 di adakan.

Menurut Roni, kenapa memilih Desa Tuksono untuk kegiatan disini karena beberapa waktu yang lalu masyarakat Desa Tuksono memohon permintaan untuk mengadakan sosialisasi.

“Sebenarnya kita masih memiliki 25 acara sosialisasi untuk  25 Desa, memang masih jauh dari jumlah 400 Desa se-DIY, karena keterbatasan waktu dan dana yang dimiliki,” imbuhnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut sangat berkompeten dalam bidangnya, baik dari Polda DIY dan Mafindo.

“Kita harapkan masyarakat yang hadir dapat menyebarkan wawasan dan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan desiminasi ini,” jelasnya.

Literasi Digital

Selain Roni, hadir pula Perwakilan Humas Polda DIY, Suyono, Ketua Mafindo (Masyarakat anti fitnah Indonesia) Septiaji Eko Nugroho.

Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan bahwa komunitas Mafindo fokus menyadarkan masyarakat untuk bisa menggunakan media sosial  dengan baik terhindar dari hoaks.

“Pengguna internet dapat berdampak positif dengan mudahnya akses informasi tanpa batas, namun disisi lain jika tidak bijak dalam penggunaan media sosial beresiko menyebarkan berita hoax dan isu SARA,” ungkapnya

Dalam hal ini, menurutnya kita semua harus bijak dalam menggunakan media sosial dan keamanan informasi. Kami memiliki situs untuk mencari klarifikasi kebenaran tentang isu hoax yang berkembang dan beredar di media sosial, yakni trunbackhoax.id, cekfakta.com dan dari Kominfi RI ada stophoax.id.

Add Comment