Bupati Kulon Progo Bangga Atas Capaian Posyandu Melati

Posyandu Melati, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo jadi salah satu dari enam nominasi pada Lomba Posyandu tingkat nasional tahun 2019. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menyampaikan, Pemda Kulon Progo sangat bangga mengajukan Desa Pagerharjo, dengan sample di Posyandu Melati untuk diverifikasi lapangan pada lomba Posyandu tingkat nasional.

Dalam hal ini, Posyandu Melati, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo jadi salah satu dari enam nominasi pada Lomba Posyandu tingkat nasional tahun 2019, Selasa, (07/05/2019). Posyandu Melati masuk dalam penilaian yang di verifikasi Lapangan oleh TP PKK Pusat. Verifikasi ini dilakukan untuk mengetahui, membuktikan kesesuaian laporan yang telah dikumpulkan ke pusat.

“Kami melihat yang dilakukan Posyandu di Pagerharjo bukan sekedar Posyandu, namun komitmen masyarakat yang bagus, mengetahui fungsi Posyandu untuk membangun bidang kesehatan. Pelayanan terpadu (Posyandu) menjadi sarana yang strategis, dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bukan hanya dari segi kesehatan, namun ekonomi, sosial juga pendidikan,” jelas Bupati.

Kegiatan verifikasi dimulai dari meneliti buku administrasi, melakukan kegiatan di lapangan baik kegiatan di Posyandu Melati, di Taman Baca juga melakukan dialog berbagai hal kepada kader Posyandu.

Tim verifikasi Posyandu dari Pusat meliputi Ketua Pokja IV TP.PKK Pusat, Laksmi Widiastuti, perwakilan Promkes Kemenkes RI, dr. Cahya dan perwakilan dari Kemendagri RI, Wawan Munawar Kholid. Diterima oleh Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, beserta dr.Dwikisworo Setyowireni, turut hadir GKBRAA Paku Alam, Pokja 4 TP PKK DIY, Camat, Kades, beserta masyarakat dan seluruh pihak terkait di Balai Desa Pagerharjo, Samigaluh.

Keberhasilan Posyandu

Ketua Pokja IV TP.PKK Pusat, drg.Laksmi Widiastuti, menuturkan secara umum Posyandu yang berada di Pagerharjo, Samigaluh sangat baik, Terbukti dari 20 dusun ada 19 Posyandu.

“Posyandu di Pagerharjo sangat baik, di sini ada Posyandu Lansia yang setiap minggunya melakukan senam Lansia dengan jumlah 54 orang. Terdapat taman baca yang di dalamnya ada 1.500 buku bacaan berasal dari pemerintah daerah serta relawan,” ujar Laksmi.

Salah satu tim verifikasi dari Kemendagri RI, Wawan Munawar Kholid, menambahkan Kulon Progo dengan ideologi gotong royong mampu mengajak masyarakat untuk mencintai produk daerah melalui Bela dan Beli Kulon Progo. Namun ada PR yang harus diperhatikan bersama tentang Posyandu yakni Sistem Informasi Posyandu.

“PR yang harus diperbaiki yakni berkaitan dengan Sistem Informasi Posyandu, hal ini menjadi PR bersama karena di pusat juga belum bisa online. Semoga ke depan Posyandu dapat lebih baik lagi. Dengan teknologi masyarakat dapat lebih mudah untuk melakukan pelayanan di Posyandu,” kata Wawan Munawar.

GKBRAA Paku Alam berharap Posyandu di Pagerharjo dapat memperoleh hasil yang terbaik, mendapatkan juara. Posyandu Melati merupakan perwakilan DIY untuk maju ditingkat nasional.

“Semoga lomba ini dapat memicu kegiatan Posyandu yang ada di Indonesia khususnya di daerah untuk semakin baik. Dengan suksesnya program Posyandu maka harapannya masyarakat dapat lebih memahami pentingnya Posyandu, angka stunting berkurang, kesehatan ibu dan anak dapat terjaga, serta pola hidup sehat mampu diterapkan secara maksimal,” pungkasnya.