Ngaji Bareng Mas Wantik

Wong Kang Soleh Kumpulana, salah satu buku karya Mas Wantik. Ia berharap, buku ini bisa menjadi bagian dari perjalanan, pengingat tatkala lupa, dan penyemangat untuk selalu berbuat baik kepada siapapun dan di mana pun. (Foto: Tri M)

Keinginan berbagi ilmu membuat Mas Wantik, kembali mengeluarkan karyanya. Kali ini, buku yang berjudul Wong Kang Soleh Kumpulana ini sukses terbit, April tahun ini. Buku yang diterbitkan oleh Pandiva Buku dengan jumlah 248 halaman bergenre religi.

“Buku ini, sebagian besar, berisi ringkasan kajian rutin tiap Rabu malam di yayasan yang ikut saya kelola, Manba’ul ‘Ulum, dengan narasumber utama, Ustad Abdul Karim, S.H.I.; al Hafidz,” tulisnya di halaman pengantar.

Dari kajian ini, kemudian pria yang lahir di Sukoharjo, 47 tahun lalu ini menyajikan materi kajiannya dalam buku ini. Penjelasannya sederhana. Sesederhana kepribadian orangn kampong yang hidup rukun dan penuh kekeluargaan.

“Sajian keilmuan yang mencerminkan rasa syukur saya. Syukur karena masih dianugerahi kesempatan untuk ngaji. Syukur lantaran dapat menuliskan hasil ngaji agar abadi dan memberitahukannya ke halayan luas,” tulisnya lagi.

Dalam buku ini, mas wantik merangkum lebih dari 30 materi. Antara lain ialah Islam, Jadilah Orang Wajib, Lisan, Hati dan Tindakan, Orang Baik, Tasawuf, Niat Baik, dan masih banyak materi keislaman yang disampaikan.

Dalam tema Niat Baik, Mas Wantik menjelaskan terkait dengan niat solat dan ibadah seseorang. Apabila sholatnya baik, maka amal lainnya ikut dinilai baik. Jika sholatnya tidak baik maka amal lainnya juga ikut tidak baik.

“Jika selama ini kita mendengar adzan sama sekali tidak tersentuh, mulai sekarang harus berubah. Adzan adalah batas dari Allah bahwa sudah saatnya kita berhenti beraktivitas terlebih dahulu,” begitu tulisnya.

Dengan adanya buku ini, penulis berharap bisa menginspirasi siapa saja. Menurutnya, hal serupa bisa dilakukan oleh siapa saja. Bisa jadi, hal-hal yang tampak biasa saja disekililing anda, sebenarnya bernilai hikmah yang dapat ditulis dan diberitahukan kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

Ia berharap, buku ini bisa menjadi bagian dari perjalanan, pengingat tatkala lupa, dan penyemangat untuk selalu berbuat baik kepada siapapun dan di mana pun. Sebelumnya, Mas Wantik juga telah mengeluarkan beberapa karya. Karya-karyanya antara lain ialah Yang Terucap Yang Tertulis (2016) dan Semua Orang Bisa Naik Haji (2017).