Penanaman 2.000 Pohon Cemara Udang dan Pule di Kawasan Pantai Glagah

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, lakukan penanaman 2.000 pohon cemara udang dan pule di kawasan Pantai Glagah, selatan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport). (Foto: kulonprogokab.go.id)

Kulon Progo- Penanaman pohon dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kamis (02/05/2019). Kali ini, Pemkab Kulom Progo menanam 2.000 pohon cemara udang dan pule di sekitar kawasan Pantai Glagah, selatan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport).

Penanaman pohon yang dilakukan ini bertujuan untuk menjaga alam. Selain itu, juga dimaksudkan sebagai green belt (sabuk hijau), barier, untuk mengantisipasi dan menguraki resiko bencaba apabila terjadi musibah tsunami.

Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Doni Monardo, menyampaikan bahwa dengan membangun sabuk hijau ini diharapkan bandara baru bisa terlindungi dari ancaman tsunami.

“Tentunya kalau terlindungi apabila terjadi (tsunami) risiko korban semakin kecil dan kerusakan yang ditimbulkan semakin sedikit,” jelasnya.

Berdasarkan riset para ahli, menurut dia, tanaman sabuk hijau yang kuat mampu menahan gelombang tsunami hingga 88 persen. Meski demikian, tanaman itu akan efektif menghalau tsunami apabila usia tanaman sudah mencapai 5 hingga 10 tahun.

“Kalau sekarang apabila ada tsunami dan tingginya (gelombang) lebih dari tujuh meter ya pasti ke dalam ya, tetapi kalau pohon ini sudah besar jangka waktu 5-10 tahun yang akan datang baru pohon-pohon ini efektif,” imbuhnya lagi.

Ia mengatakan, pembuatan sabuk hijau di tepi pantai perlu dilalukan mengingat di bagian selatan Pulau Jawa terdapat patahan dan sesar yang sepanjang waktu cukup aktif.

“Terakhir yang kita dengar pada 2010 di Pangandaran dan hampir sebagian besar bagian selatan Pulau Jawa pernah mengalami peristiwa tsunami ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Dan kemungkinan peristiwa-peristiwa ini akan berulang pada periode yang kita tidak tahu kapan akan terjadi,” kata dia.

Penanaman Pohon 2000

Saat ini, BPNB menyumbang 2.000 pohon untuk sabuk hijau pada tahap pertama. Pohon itu terdiri atas 1.000 pohon cemara udang dan 1.000 pohon jenis pulai dengan ukuran yang siap tanam.

“Kalau dirawat dengan baik insya Allah 90 persen bisa hidup,” kata dia.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengatakan kawasan sabuk hijau ada sekitar 101 hektare. Mulai dari Pantai Trisik sampai Pantai Congot.

Selain pembuatan sabuk hijau, menurut Dokter Hasto, ke depan juga direncanakan pembuatan gumuk atau bukit pasir buatan di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta sebagai sarana mitigasi tsunami.

“Gumuk itu kan kajiannya Angkasa Pura (AP) I dari sisi mitigasi,” kata dia.

Hadir pula dalam acara ini Sekda DIY Gatot Saptadi, bersama perwakilan OPD serta relawan.