Pengelolaan BUMD di Kulon Progo

Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop, Kunjungi Kulon Progo dalam rangka untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan masukan terkait pengelolaan BUMD. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Keberhasilan BUMD di Kulon Progo dinilai layak menjadi rujukan BUMD lain di Indonesia. Bahkan beberapa daerah sengaja berkunjung langsung ke Kabupaten Kulon Progo untuk mempelajari hal ini.

Beberapa hari lalu, Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop, juga berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo. Ia menyampaikan saat sebelum menjabat, dirinya tertarik dengan paparan Bupati Kulon Progo. Sehingga ketika saat ini menjadi Bupati, mengajak jajaran terkait di Kabupaten Bovendigoel untuk belajar pengelolaan BUMD di Kulon Progo.

Kunjungan Bupati Boven Digoel ini diterima Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, Wakil Bupati Kulon Progo,  Sutedjo, Asisten Daerah, dan beberapa jajaran BUMD di Kulon Progo seperti direktur PD. Aneka Usaha, PT.Selo Adikarto, dan PDAM Tirta Binangun.

Dokter Hasto menjelaskan, berbagai hal terkait pengelolaan BUMD, strategi memilih jenis produk yang akan dipilih, pangsa pasar, modal yang ada, hal yang mudah yang bisa dilakukan tapi berpikir besar. Yang jelas BUMD harus ada yang untung. Jika ingin membela daerah gunakan produksi sendiri agar uang tidak lari keluar.

“Bisnis kami mulai yang pangsa pasarnya jelas. Kalau tidak jelas pangsa pasarnya kita tinggalkan. Seperti Batik, PNS pakai batik, anak sekolah pakai batik. Bisnis tidak ribet, tidak berdebar-debar.

Untuk Kulon Progo, usaha yang dilakukan oleh BUMD antara lain, SPBU, Perbengkelan, Produksi Air Minum Dalam Kemasan, Aspal Mixing Plant, Pemecah Batu, Cor BetonKu,  Bank Pasar, dan lain-lain.

Mengembangkan Potensi

Direktur PDAM Kulon Progo Jumantoro menyampaikan berbagai inovasi dan hasil yang dilakukan oleh Dokter Hasto terkait PDAM, seperti jika sebelumnya Sambungan Rumah (SR) dalam satu tahun hanya 300 – 500 SR, saat ini sekitar 2.500 SR/ tahun.

Inovasi yang dilakukan Sambungan Rumah gratis dinilai juga bisa lebih mendekatkan pemerintah dengan warga.

“Air Minum Dalam Kemasan saat ini sudah 30 persen masuk pasar. Rp. 128 juta investasi awal. Memaanfaatkan yang ada. Tahun 2014 ijin sudah terpenuhi. Untuk pemasaran, Bupati Tim Marketingnya. Bulan ramadhan ini permintaan luar biasa” kata Jumantoro.

Sedangkan terkait Bank Pasar, dari seribu lebih BPR di Indonesia, saat ini BPR Bank Pasar Kulon Progo

Masuk 25 besar nasional. Dari modal Rp. 38,5 miliar, uang yang berputar mencapai Rp.479 milar.

Kunjungan ini juga dalam rangka untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, masukan, karena BUMD di Boven Digoel PD.Bovendigoel Sejahtera masih baru.  Kendala yang dihadapi saat ini di Boven Digoel, antara lain belum terjalinnya antara produksi dan pemasaran.

Dengan masukan dari Kulon Progo diharapkan dapat mencapai tujuan dibentuknya BUMD, sebagai salah satu instrument untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, ikut mensejahterakan rakyat Boven Digoel yang terdiri dari 112 Desa.

“Dengan waktu yang ada ini, untuk menyerap berbagai hal, mendapatkan berbagai masukan, atau dari sini bisa jadi kesana jadi dosen terbang. Teman-teman harus belajar betul. Untuk selanjutnya dari Kulon Progo bisa kesana melatih atau teman kita kesini.” tambah Bupati Boven Digoel.

Add Comment