Evaluasi Kinerja OPD Kabupaten Kulon Progo, Optimalisasi Dana Keistimewaan

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, pimpin rapat evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pra triwulan II tahun 2019 di ruang Sermo, kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (14/06/2019). (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar rapat evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pra triwulan II tahun 2019. Evaluasi Kinerja OPD pra triwulan II dilakukan untuk menindak lanjuti hasil kesimpulan evaluasi triwulan I.

Evaluasi kali ini di ruang Sermo, kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (14/06/2019). Terlihat hadir dalam evaluasi kali ini Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

Sesuai arahan Buapti, agar dapat mengejar ketertinggalan terhadap kegiatan-kegiatan yang direncanakan di triwulan I, dimungkinkan dipercepat.

Hasto Wardoyo pada kesempatan tersebut  juga menyampaikan bahwa pertemuan evaluasi ini menjadi lebih awal, tujuannya untuk mengingatkan OPD untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

“Karena diakhir Juni akan ada raport tentang evaluasi di Kabupaten, dan dari Gubernur untuk raport pada awal Juli. Sehingga sebelum 5/7/2019 sudah menyelesaikan PRnya,” pungkas Hasto.

Kepala Bappeda Kulon Progo, Agus Langgeng Basuki, pada evaluasi pra triwulan II memaparkan kinerja meliputi realisasi penggadaan barang dan jasa, keuangan Kabupaten, fisik, terhadap target sampai bulan Mei. Serta pelaporan SPJ segera diselesaikan.

“Jumlah target 2019 ada 167 paket terdiri dari kontruksi, konsultasi, barang/jasa dan jasa lainnya. Untuk target sampai dengan triwulan II ada 155 paket dengan realisasi sampai Senin (10/6/2019) ada 85 paket dengan presentase 70 %,” jelasnya.

Selanjutnya Langgeng menuturkan 70 paket belum terealisasi terdiri dari 58 paket dalam proses (46 konstruksi, 4 konsultansi, 8 barang/jasa) dan 12 paket dokumen lelang belum masuk BLP (masih dalam mereview dokumen lelangnya, sudah diumumkan, masih dalam masa tanggap).

“Realisasi keuangan pada pagi s/d triwulan II sebesar Rp259.700.884.804 dengan pagu paket terealisasi s/d (10/6/2019) Rp142.069.869.495, nilai kontrak pada 10/6/2019 sebesar Rp113.152.508.144 dengan presentase 79.65%. sehingga terdapat sisa lelang sebesar 20 %,” ungkapnya.

Rencana Tindak Lanjut Dana Keistimewaan

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, lebih lanjut memberikan batas waktu sampai tanggal 25/06/2019 untuk OPD, agar segera menyelesaikan pertanggungjawaban pekerjaannya. Hal ini dimaksudkan supaya terekam oleh Provinsi. Selain itu, Hasto berharap pada penggunaan dana istimewa yang begitu banyak dianggarkan ada inovasi dalam kegiatannya.

Misalnya membuat acara Sinden Idol dengan bekerja sama dengan televisi swasta di Taman Budaya Kulon Progo. Sehingga, akan menarik dari segi penonton, masyarakat, wartawan dan lain-lain, karena mengangkat potensi daerah dan Kulon Progo akan lebih banyak dikenal.

Serta perawatan dan pemeliharaan Taman Budaya Kulon Progo juga harus dimaksimalkan jangan sampai rumput liar, sampah atau coretan ada. Nantinya juga ada forum untuk evaluasi, kegiatan desa tingkat kecamatan agar bisa di forumkan untuk mengintegrasikan kegiatan Desa dengan Kecamatan.

Pemkab/Pemkot di DIY akan diberi keleluasaan untuk mengelola pemanfaatan Danais melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Namun untuk tahun 2019 ini BKK baru untuk dua kabupaten, yaitu Gunungkidul dan Kulonprogo.

Paniradya Pati DIY, Beny Suharsono, mengatakan, kedua kabupaten tersebut tahun 2019 ini ditunjuk sebagai Pengguna Anggaran (PA) Danais 2019, sehingga akan mempermudah akses Danais hingga tingkat desa. Sebelumnya, kabupaten/kota merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Danais merupakan program besar yang harus ditopang oleh semua pihak, sehingga harus diakselerasi dengan adanya penetapan BKK. Dari total pagu Danais 2019 Rp1,2 triliun, BKK yang digulirkan kepada Gunungkidul Rp172 miliar dan Kulonprogo Rp26,6 miliar. Ini merupakan stimulus dan trigger, guna mengatasi sejumlah persoalan klasik di DIY, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan wilayah,” jelasnya, Sabtu (26/1).