Raih Gelar Doktor, Staf Ahli Bupati Sleman Tulis Disertasi Soal Penguatan UMKM

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman- Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude. Dalam Disertasinya, ia mengangkat persoalan terkait dengan Kebijakan Adaptif Penguatan Modal UMKM (Studi Kasus di UPT Pengelolaan Dana Penguatan Modal Kabupaten Sleman).

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi atas implementasi kebijakan dan dampak penguatan modal bagi UMKM non bankable yang dilaksanakan sejak tahun 2000-2016 oleh Pemerintah Kabupaten Sleman (dalam hal ini UPT PDPM).

“Evaluasi dampak setidaknya berguna untuk mengetahui dua hal, yaitu ketepatan sasaran penerima manfaat program serta untuk mempertanyakan kembali ketepatan nilai yang mendasarinya,” jelas Suci.

Berdasarkan 3 hal penting yang ia angkat yakni suku bunga, agunan, dan legalitas serta latar belakang penyebab perubahan kebijakan penguatan modal untuk UMKM dan dampaknya bagi UMKM non bankable.

Terkait dengan hal tersebut Suci menyampaikan perlunya pemerintah (daerah maupun pusat) untuk melakukan evaluasi kebijakan secara berkala. Evaluasi yang disarankan tidak hanya sampai evaluasi output (keluaran) dan outcome (hasil) namun sampai ke manfaat dan dampak sesudah program dijalankan setidaknya 5 tahun ke atas.

Dalam proses memperoleh gelar ini, dilakukan ujian terbuka  di depan tim penguji yang dipimpin oleh Prof. Siti Malkhamah dan anggota tim penguji Umi Listyaningsih, Setiadi, Wakhid Slamet Ciptono, Roberto Akyuwen, dengan promotor Prof. Muhadjir Darwin, Senin, (27/05/19) di Gedung Pascasarjana Universitas Gajah Mada.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengapreasi dan menyampaikan ucapan selamat dengan diraihnya gelar doktor yang disandang salah satu staf ahlinya. Menurut Sri Purnomo prestasi ini membanggakan bagi Pemkab Sleman karena baru satu-satunya pejabat Sleman yang berhasil meraih gelar doktor.

“Harapannya ini dapat memacu pejabat lain untuk dapat meningkatkan ilmunya dan dapat diterapkan dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan bagi kemajuan dan peningkatan pelayanan di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo

Peran Pemerintah Memajukan UMKM

Pada tahun 2006, jumlah UMKM yang berdiri sebanyak 49.021.803 unit dan meningkat sebesar 15% di tahun 2012 menjadi 56.534.592 unit, sedangkan Usaha Besar yang berdiri di tahun 2006 sebanyak 4.577 unit dan meningkat sebesar 9% di tahun 2012 menjadi 4.968 unit.

Data di tahun 2007 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah Usaha Besar sebanyak 114 unit usaha, sedangkan pada tahun yang sama UMKM terlihat makin meningkat sebanyak 1.123.997 unit usaha. (Christimulia, 2014).

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia berasaskan: kekeluargaan, demokrasi ekonomi, kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, keseimbangan kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. (Undang-Undang No.20 Tahun 2008).

Pemerintah berusaha mengembangkan UMKM menjadi lebih melalui Kementerian Koordinator Perekonomian dengan kebijakan pemberian bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah telah memberikan plafon KUR di tahun 2012 sejumlah Rp96.438,2 Milyar, namun KUR yang tersalurkan sebesar 58,2%sejumlah Rp40.333,4 Milyar dengan jumlah debitur yang  dapat menikmati KUR sejumlah 7.659.840 orang dengan rata-rata setiap orang menerima sejumlah Rp13,2 juta.

Add Comment