UGM Masuk Peringkat 320 Universitas Terbaik Dunia dan No 1 di Indonesia

Rektor UGM Panut Mulyono, saat memberi keterangan atas pencapaian yang diperoleh UGM. Tahun ini, dalam QS-WUR 2020 yang dirilis bulan ini UGM berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-320 universitas terbaik dunia. (Foto: UGM)

Sleman- Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta terus berupaya memperbaiki kualitasnya sebagai lembaga pendidikan. Tahun ini, lagi-lagi UGM memiliki perbaikan kualitas pendidikannya secara signifikan.

Hal ini dibuktikan dengan perolehan peringkat Quacquarelli Symonds (QS-WUR). Tahun ini, dalam QS-WUR 2020 yang dirilis bulan ini UGM berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-320 universitas terbaik dunia. Perolehan ini mengalami kenaikan setelah sebelumnya UGM menempati posisi ke-391 pada pemeringkatan universitas dunia.

“Upaya-upaya perbaikan proses yang dilakukan UGM terbukti mampu meningkatkan posisi UGM, menaikkan 71 peringkat dari tahun sebelumnya,” tutur Rektor UGM Panut Mulyono, Selasa (18/06/2019).

Hasil pemeringkatan tersebut menempatkan UGM sebagai universitas nomor satu di Indonesia dalam hal reputasi akademik.

Kualitas karya-karya akademik UGM, jelasnya, harus ditingkatkan agar dapat menjadi rujukan serta menghasilkan impak yang dapat dirasakan dunia internasional. Sivitas akademika UGM menurut Panut perlu mengukir lebih banyak artefak ilmiah yang kontributif terhadap kemanusiaan.

Impak ini salah satunya dapat diukur dari sitasi karya-karya sivitas akademika UGM oleh masyarakat internasional. Buku, karya seni, desain, dan inovasi UGM yang melimpah perlu dikelola sedemikian rupa agar keterbacaannya meningkat.

“Salah satu indikatornya adalah karya-karya tersebut harus memiliki sitasi yang tinggi,” lanjut Panut.

Perbaiki Kualitas Pendidikan

Panut menuturkan, dalam waktu ke depan UGM akan terus melakukan berbagai perbaikan dalam proses dan sistem akademik, agar misi dan mandat yang telah secara konsisten dikerjakan UGM sejak berdirinya dapat semakin diakui, menjadi rujukan dan acuan perubahan, serta memimpin di dunia internasional.

Pemeringkatan oleh lembaga-lembaga pemeringkat dunia, imbuhnya, bukan menjadi tujuan yang dikejar oleh UGM.

Meski demikian, peringkat universitas menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendongkrak kepercayaan dunia internasional terhadap UGM.

“Tantangan bagi UGM untuk mewujudkan kepemimpinan dalam berbagai bidang semakin berat. Upaya-upaya strategis yang sifatnya jangka panjang harus dapat digeser menjadi strategi pencapaian jangka pendek dan menengah,” ungkap Rektor.

Ia memaparkan, data yang diolah berdasarkan SciVal (salah satu alat analisis karya akademik) menunjukkan bahwa sitasi per dosen UGM meningkat dari 1,4 di tahun sebelumnya menjadi >1,5 pada tahun ini. Namun demikian, terobosan dan lompatan untuk meningkatkan kualitas karya-karya UGM harus secara konsisten dijalankan.

Di samping itu, peningkatan kepercayaan terhadap UGM juga terlihat dari semakin tingginya proporsi masyarakat internasional yang melakukan kegiatan Tridharma bersama sivitas akademika UGM, salah satunya dengan melakukan studi di UGM.

“Alih-alih mengeluarkan devisa untuk mengirim mahasiswa belajar di luar negeri, akan lebih baik bila pemerintah bersama perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UGM, membangun jejaring pendidikan tinggi yang menarik dunia internasional, baik akademisi, industriawan, dan mahasiswa, untuk berkarya bersama di Indonesia, membangun suasana akademik dengan kualitas yang setara dengan perguruan tinggi di luar negeri,” jelasnya.