Menyoroti Inovasi dan Teknologi dari Hongkong

Prof. Wing Mui Winnie So salah satu professor dari Graduate School, The Education University of Hong Kong saat mengisi kuliah umum bagi mahasiswa di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY). (Foto: uny)

Sleman- Prof. Wing Mui Winnie So salah satu professor dari Graduate School, The Education University of Hong Kong baru-baru ini menyampaikan bahwa inovasi dan teknologi sebagai salah satu arahan kebijakan utama untuk pembangunan ekonomi. Hal ini menurutnya terjadi di Hongkong sejak tahun 2019.

Hal ini disampaikan dalam kuliah umum bagi mahasiswa di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY), 25 Juli 2019. Prof. Wing Mui menjelaskan bahwa peningkatan inovasi dan teknologi ini terjadi di delapan bidang utama, yang kedepalan bidang tersebut membantu Hongkong menjadi pusat Informasi dan teknologi  internasional.

Bidang-bidang tersebut yaitu pertama, sumber daya untuk penelitian dan pengembangan. Kedua, memelihara kumpulan bakat. Ketiga, modal usaha. Keempat, infrastruktur penelitian ilmiah . Kelima, tinjauan undang-undang. Keenam, membuka data. Ketujuh, pemerintah dan terakhir pendidikan sains popular.

“Bidang pembelajaran kunci pendidikan sains meliputi 6 hal yaitu hidup dan kehidupan, dunia material, energi dan perubahan, bumi, serta masyrakat dan lingkungannya. Selain itu juga investigasi ilmiah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tahun pada 2018-2019 disediakan anggaran untuk meningkatkan inovasi dan pengembangan teknologi diantaranya  fokus pada beberapa area yaitu bioteknologi, kecerdasan buatan, dan teknologi keuangan,  menyisihkan $ 20 miliar untuk fase pertama taman Inovasi dan Teknologi Hong Kong-Shenzhen di Lok Ma Chau Loop, dan lain-lain.

Pada penelitian tentang analisis aktivitas Science, Technology, Engineering, & Mathematics (STEM), penelitian ini mengadopsi kerangka yang dihasilkan oleh peneliti untuk menganalisis kegiatan STEM yang ditunjukkan dalam proyek sains siswa sekolah dasar dalam acara ekstrakurikuler tahunan yang diadakan di Hong kong.

Prof Wing menambahkan, penelitian tentang kolaborasi profesi sekolah dengan STEM, guru-guru merubah konsepsi menuju pendidikan STEM dengan menulis atau menggambar. Guru juga melakukan refleksi tentang pembelajaran.  Sedangkan pada siswa dilakukan survei sikap sebelum atau sesudahnya terhadap pendidikan STEM dan karier STEM. Selain itu juga dilakukan wawancara tentang profesi STEM.

Pembangunan Ekonomi

Pemerintah Indonesia dalam hal ini terus berupaya meningkatkan pembangunan ekomoni. Pemerintah terus medorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru, terutama pada lokasi yang telah memiliki industri existing.

Peluang pengembangan KEK tidak hanya dilakukan di luar Jawa, namun bila memungkinkan dilakukan juga di Jawa, dengan kriteria harus dipenuhi antara lain fokus pada industri berorientasi ekspor, menghasilkan produk substitusi impor baik itu bahan baku maupun barang setengah jadi, serta berbasis teknologi tinggi.

“Pembangunan KEK di luar Jawa diarahkan pada sektor manufaktur berbasis sumber daya alam. Sedangkan, pembangunan KEK di Pulau Jawa untuk mengakomodasi investasi industri yang berbasis high technology,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, di Jakarta (23/07/2019).

Menperin menuturkan, pemerintah sedang melakukan kajian lokasi yang berpotensi dijadikan KEK industri di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Rencana pengembangan KEK di Pulau Jawa terkait dengan beberapa sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0,” tuturnya.

Airlangga mengungkapkan, diusulkannya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai KEK dengan dasar untuk mengakomodasi permintaan para pelaku industri. Selama ini, industri berbasis teknologi tinggi banyak berpusat di Karawang, Jawa Barat.

“Kami akan berupaya menarik ke Jawa Timur, karena sudah ada yang mengusulkan. Kemudian KEK di Jawa Tengah tentu dengan tenaga kerja yang bersaing, juga bisa kami dorong,” imbuhnya.