Bedah Rumah, Agenda Rutin Pemkab Kulon Progo

Kegiatan Bedah Rumah Gotong Royong oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali dilaksanakan. Kegiatan untuk mewujudkan rumah layak huni kali ini, berlangsung di Kecamatan Panjatan dan Kecamatan Galur. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Bedah Rumah Gotong Royong menjadi salah satu agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Melalui BAZNAS Kulon Progo, program ini merupakan hasil dari kumpulkan zakat PNS yang ditasarufkan.

Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo menghimbau kepada masyarakat Kulon Progo agar melastarikan Gotong royong di Masyarakat.

“Gotong royong harus di jaga dan di lestarikan jangan sampai hilang di Masyarakat, khususnya daerah Panjatan dan Galur, dan terimakasih kepada semua pihak, Siswa siswi SMP atas partisipasinya dan bantuan yang diberikan dalam acara bedah rumah kali ini,” kata Sutedjo.

Hal ini disampaikannya saat menggelar bedah rumah gotong royong di dua wilayah, yakni Kecamatan Panjatan dan Kecamatan Galur. Berlangsung, Minggu (04/08/2019), batuan bedah rumah di Kecamatan Panjatan di berikan Marwanto Rt 08/04 Kanoman II dan Cahyo Rt 07/04 Pandowan II, Kecamatan Galur.

Turut hadir Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Ir.Bambang Tri Budi Harsono, Muspika Panjatan, Galur, BAZNAS Kulon Progo, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta SMP N 1 Panjatan, SMP PGRI Panjatan, SMP N 2 Galur, SMP Mts Almanar Galur dan seluruh masyarkat.

Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang harmonis TNI, POLRI, PNS, Masyarakat dan Sekolah. Serta terimakasih kepada BAZNAS Kulon Progo, sebagai mitra kerja yang telah membantu bedah rumah dan mengkoordinir zakat PNS untuk ditasarufkan.

Bantuan stimulan masing – masing senilai Rp 15 juta diserahkan langsung oleh BAZNAS Kulon Progo disaksikan Wakil Bupati dan bantuan juga diberikan dari Satpol PP, Dinas Kominfo, SMP N 1 Panjatan, SMP PGRI Panjatan, SMP N 2 Galur, SMP Mts Almanar Galur, serta  OPD yang mendapat giliran dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo

Selain itu, bedah rumah juga merupakan program pemkab bersama donatur untuk mewujudkan rumah layak huni yang ada di Kulon Progo. Kegiatan bedah rumah sebagai kegiatan sosial untuk membantu sesama warga yang membutuhkan, serta Gotong royong harus selalu digelorakan, dilakukan dan menjadi tradisi.

Wujudkan Rumah Layak Huni

Tidak hanya di dua kecamatan yang tersebut di atas, bedah rumah juga dilakukan di beberapa kecamatan lain misalnya beberapa waktu lalu dilakukan di Kecamatan Kokap, Minggu (14/7/2019). Bedah rumah dilakukan di kediaman Paidi dusun Pandu Rt 82/24 Hargorejo dan Triswanto dusun Grindang Rt 28/07 Hargomulyo Kecamatan Kokap.

Dalam sambutannya saat bedah rumah, Wakil bupati Kulon Progo, Sutedjo  mengatakan sangat pentingnya gotong royong di masyarakat sebagai sikap kebersamaan. Hidup di dunia itu selalu membutuhkan orang lain atau membutuhkan bantuan orang lain

“Kami berterima kasih dan menyambut baik partisipasi dari masyarakat desa khususnya di kecamatan Kokap. Kegiatan bedah rumah sebagai bentuk gotong royong, mengajak seluruh masyarakat untuk mengembangkan sikap kebersamaan,” jelasnya.

Sutedjo menambahkan gotong royong merupakan bentuk kepedulian, karena pada hakekatnya kita hidup untuk saling tolong menolong disetiap sendi kehidupan dan membutuhkan satu sama lain.

Sementara itu, Wahyu Pratiwi, selaku  CPNS guru Sekolah Dasar Kalipenten, Kaliagung menuturkan tujuan ikut bedah rumah ini untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

“Ikut bedah rumah menyenangkan bisa membantu sesama, semoga bermanfaat untuk keluarga,” tuturnya.

Add Comment