Festival Gerobak Sapi Merdeka di Kabupaten Sleman

Pelepasan puluhan gerobak sapi pada gelaran Festival Gerobak Sapi Merdeka dalam rangka Dies Natalis FKH UGM ke-73 dan bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pakem. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman- Fakultas Kedokteran Hewan UGM bekerjsama dengan Pemerintah Kecamatan Pakem mengadakan Festival Gerobak Sapi Merdeka. Acara ini berlangsung di Lapangan Pojok, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (25/08/2019).

Hadir langsung untuk melepas puluhan gerobak sapi, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Gelaran ini merupakan satu rangkaian acara HUT ke 74 RI sekaligus Dies Natalis FKH UGM ke 73. Tidak hanya Lomba Gerobak Sapi, pada kesempatan yang sama juga dilombakan bakalan sapi jantan dan betina.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan gelaran festival tersebut dapat menjadi ajang untuk berkumpulnya para pemilik gerobak sapi dari berbagai kawasan Sleman.

“Festival gerobak sapi ini menjadi salah satu kegiatan yang menarik kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri,” paparnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pelestarian budaya Jawa, sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman. Selain itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan akan meningkatkan gairah para peternak sapi di Sleman sehingga akan meningkatkan populasi sapi di Sleman.

Ketua Panitia Dies Natalis FKH UGM Dr. drh. Aris H menjelaskan kriteria Penialaian meliputi penampilan grobak sapi dan keahlian Bajingan (pengemudi gerobak sapi), Kesehatan dan keterlatihan sapi yang menarik gerobak.

“Keterlatihan dari Sapi seperti cara jalan yang terkordinasi dan mengikuti jalur yang sudah kita tentukan,” katanya.

Kriteria sapi yang digunakan adalah Sapi Putih atau Sapi peranakan Ongole dan gerobak dengan hiasan alami berupa hasil alam, seperti janur, lanjutnya. Kriteria penilaian untuk bakalan sapi jantan meliputi sapi yang sehat kuat dan kokoh, dan minimal berumur 2 tahun.

Adapun untuk sapi betina, yakni dari eksterior organ reproduksi yang sehat dan terawat. Aris berharap dengan gelaran festival ini akan memperoleh calon indukan jantan dan betina yang sehat dan baik. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada Paguyuban Sapi Potong di Sleman agar lebih merawat hewan ternaknya dengan baik lagi.

Tingkatkan Kualitas Daging Sapi

Kementerian Pertanian berhasil menekan angka impor daging. Hal tersebut terlihat dari data tren penurunan angka impor daging sapi nasional, setidaknya sejak 2016. Data tersebut sekaligus membantah isu yang dihembuskan beberapa pihak yang menyatakan impor daging sapi meningkat.

Data yang dirangkum oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian menunjukkan realisasi Impor daging pada tahun 2016 sebanyak 147.851 ton, sementara pada tahun 2017 turun menjadi sebanyak 120.789 ton. Sedangkan impor daging untuk tahun ini 2018 sampai dengan 30 Juni realisasi baru mencapai 69.168 ton atau baru mencapai 61% dari prognosa impor daging tahun 2018 sebesar 113.510 ton.

“Artinya, dari data tersebut, apabila impor daging tahun 2018 tidak melebihi prognosa, maka impor daging mengalami trend penurunan dari tahun 2016-2018,” jelas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut tahun lalu.

Ketut meyakinkan bahwa Kementan terus berupaya keras mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi melalui program yang disebut Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang dikenal dengan Upsus SIWAB. Pragram tersebut ditujukan untuk optimalisasi reproduksi ternak sapi sehingga bisa mempercepat peningkatan populasinya.