Karnaval Budaya Semarak Merdeka 2019 Kabupaten Kulon Progo

Penampilan dari naga hijau atau naga wilis yang panjangnya mencapai 250 meter dari Desa Tayuban dalam Karnaval Budaya Semarak Merdeka 2019. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Melalui penampilan budaya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo (Pemkab) Kulon Progo menyemarakan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia. Ekspresi kebudyaan ini kemudian diaplikasikan dalam Karnaval Budaya Semarak Merdeka (KBSM) 2019.

Berlangsung, Minggu (25/8/2019), dalam karnaval kali ini juga terdapat display karnaval yang dilaksanakan di depan pintu masuk rumah dinas Bupati Kulon Progo. Ada 41 grub yang ikut memeriahkan KBSM 2019.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Drs. Untung Waluyo mengatakan karnaval diikuti sekitar 41 tim peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Desa, Sekolah, organisasi masyarakat dan berbagai organisasi lainnya.

“Karnaval ini sebagai ajang melestarikan budaya bangsa, serta memberikan kesempatan untuk masyarakat agar berperan aktif, inovatif, atraktif dan kreatif,” kata Untung.

Menariknya lagi, terlihat naga hijau atau naga wilis yang panjangnya mencapai 250 meter dari Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo. Naga ini dibawa oleh ratusan orang.

Menghadirkan Inovasi dan Kreatifitas

Selain naga, dalam karnaval kali ini juga menghadirkan inovasi dan kreatifitas dari setiap peserta. Sehingga ribuan penonton warga Kulon Progo memadati sepanjang jalan mulai titik keberangkatan peserta di Lapangan Pengasih sampai Gedung Kesenan Wates, untuk titik akhir.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.Sutedjo dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan Karnaval Budaya, yang rutin setiap tahun diselenggrakan, karanval ini sebagai wadah kreativitas masyarakat Kulon Progo, untuk ditampilkan

“Kami berharap tahun mendatang ada yang baru atau kreativitas dan lebih menarik, untuk ditampilkan.” Ungkap Sutedjo.

Kriteria dalam penilaian Lomba Karnaval meliputi penilaian Penataan barisan, Kreativitas berbasis Pelestarian Kearifan Lokal, Harmonisasi, dan Daya Tarik. Lima penyaji unggulan akan mendapatkan piagam penghargaan dan trophy serta uang pembinaan dari Bupati Kulon Progo.