Paket Wisata Unik Yogyakarta, Tingkatkan Jumlah Kunjung Wisatawan

Bimbingan serta arahan bagi peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata “Sejarah” di Kota Yogyakarta melalui Kegiatan Workshop Pelatihan dan Pembinaan Wisata di Hotel Tara Yogyakarta, Selasa (27/8). (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta- Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, bahwa di Kota Yogyakarta ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kota pelajar ini memiliki banyak tempat wisata, kuliner bahkan pendidikan yang bisa menjadi ikon Kota Yogyakarta.

“Kita tidak akan kehabisan tempat distribusi wisata, semuanya ada, kita mengelola tentang daerah yangg sudah dikenal orang yang merasakan atraksi seni dan budaya di Kota Yogya, atau mau melihat pemandangan alam pegunungan, pemandangan perkotaan, pemandangan pantai serta ada sekolah yang berlimpah, kuliner, penginapan semua ada disini,” ungkapnya.

Hal ini disampaikan oleh Heroe saat menghadiri acara Workshop Pelatihan dan Pembinaan Wisata di Hotel Tara Yogyakarta, Selasa (27/08/2019),

Ia menghimbau untuk mengadakan fasilitas khusus dan unik bagi wisatawan. Menurutnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta memang banyak, namun untuk tinggal lebih lama tidaklah banyak.

Fasilitas wisata yang unik bagi wisatawan akan menarik banyak pengunjung untuk datang ke Yogyakarta.

“Sampai saat ini problem kita adalah keluhan tentang masa tinggal di Yogya yang tidak lama, kira-kira penyebabnya adalah pengelolaan dalam membuat sebuah event yang membuat orang itu harus lama di Yogya, yang rata-rata dua hari satu malam saja. Buatlah paket tiga hari dua malam, meskipun dengan event dan destinasi yg berbeda, supaya orang mau menikmati paket komplit,” katanya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini mampu mengembangkan pembangunan destinasi wisata yang ada di Kota Yogyakarta untuk menjadikan kota ini banyak dikunjungi para wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara.

Mengembangkan Wisata di Yogyakarta

Kegiatan woekshop ini bertujuan untuk memberikan bimbingan serta arahan bagi peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata “Sejarah” di Kota Yogyakarta.

Asisten Perekonomian Kota Yogyakarta, Kadri Renggono mengatakan pembangunan wisata di Kota Yogyakarta harus di bangun dengan daya tarik Ekowisatadan bersifat jangka panjang.

“Pembangunan dengan daya tarik ekowisata membuat keberlanjutan dan jangka panjang wisatawan untuk datang ke Yogyakarta. Salah satunya sudah diterapkan dengan munggah, mundur, madep kali di sekitar wilayah muja muju sudah menerapkan program ini, dimana warga bisa sambil berjoging dan bersepeda dekat sungai,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pembaharuan terhadap pembangunan di wilayah Kota Yogyakarta. Terdapat di 17 kampung wisata yang sudah ada di Kota Yogyakarta untuk dijadikan destinasi wisata bagi para wisatawan.

17 kampung ini menliputi Pandeyan, Kadipaten, Dipowinatan, Tamansari, Kauman, Dewobronto, Sayidan, Purbayan, Prenggan, Rejowinangun, Warungboto, Tahunan, Cokrodiningratan, Sekar Niti Gedong Kiwo, Becak Maju, serta Sosromenduran.

“Kita baru mencoba untuk memperkuat ciri masing-masing wilayah dengan menguji kampung ini agar bisa disinergikan, kita bikin sebuah paket layak kita jual, masing-masing kampung memiliki akses dengan wisatawan. Diharapkan kampung wisata ini bisa merata,” katanya.

Peningkatan jumlah Hotel di Kota Yogyakarta pada periode 2013-2017 tidak mengalami penambahan yang signifikan, namun jumlah kamar dan tempat tidur mengalami peningkatan. Kebijakan peningkatan standarisasi hotel ini berdampak pada peningkatan kualitas hotel. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase peningkatan sebesar 37,21%.

Pemerintah berupaya agar kapasitas Sumber Daya Manusia dan keunikan kampungnya disetiap wilayah bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta. Dengan melakukan regristrasi aplikasi Jogja Smart Service (JSS), masyarakat dapat mengetahui semua informasi tentang Kota Yogyakarta dalam satu genggaman.

“Syarat seperti kota cerdas ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat dan membangun Jogja Smart Service (JSS), harapannya semua informasi tentang Yogya bisa dengan satu genggaman,” ungkapnya.