Pemkab Sleman Upayakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah selenggarakan Seminar Sinergi dan Inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bappeda. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya mengentaskan masalah kemiskinan. Beberapa waktu lalu, Kamis (01/08/2019), melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Pemkab Sleman mengadakan Seminar.

Bertajuk Sinergi dan Inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, seminar kali ini berlangsung di Aula Bappeda. Dalam Seminar tersebut Wakil Bupati Sleman,  Sri Muslimatun mengingatkan pentingnya pilar akademisi dalam membantu percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Upaya penanggulangan kemiskinan tidak semata merupakan tanggung jawab pemerintah saja, namun Akademisi juga sangat berpengaruh dalam membantu percepatan penanggulangan kemiskinan,” kata Sri Muslimatun.

Menurutnya, banyak Perguruan Tinggi di Sleman perlu diaskses potensinya untuk mengentas kemiskinan melalu Tri Dharma perguruan tinggi yakni, Penelitian, Pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Program yang ada di OPD lingkungan Pemkab Sleman perlu di sinergikan dengan potensi yang dimiliki perguruan tinggi,” katanya.

Ia berharap seminar tersebut dapat mensinergikan program antara pemangku kepentingan sehingga sasaran pembangunan dapat terwujud dari hulu sapai hilir dan mengurangi jumlah KK miskin.

Upaya Pengentasan Kemiskinan

Sekretaris Bappeda Sleman, Arif Setio Lakito, mengatakan, seminar tersebut sesuai dengan misi ketiga dalam RPJMD Kabupaten Sleman yaitu meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan.

Selain itu, juga peningkatan dalam hal aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan. Menurutnya target pencapaian kemiskinan di RPJMD 2016-2021 pada tahun 2019 sebesar 8,68% dan target 2021 sebesar 8%.

“Dari tahun 2017 hingga tahun 2018 Persentase KK miskin di Kabupaten Sleman berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,71 %. Dari 9,48 % di tahun 2017 menjadi 8,77% di tahun 2018,” jelas Arif.

Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang yang berasal dari unsur LPPM PT, OPD, DPRD Sleman dan Kepala Desa ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman. Seminar kemudian dilanjutkan dengan paparan materi oleh Dosen Fisip UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Saptopo B. Ilkodar, tentang materi “Peran Perguruan tinggi dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi” dan Pranama selaku Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan tentang “Strategi dan Sinergi percepatan Pronangkus di Kabupaten Sleman.