28 Bergodo Tampil dalam Festival Bregada Nusantara

Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Yogyakarta berpatisipasi dalam Festival Bregada Nusantara. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta- Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menghadiri acara Festival Bregada Nusantara, Minggu 22 September 2019. Acara ini diikuti oleh ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Yogyakarta.

Ia berharap, kedepan bregada siswamadya dapat semakin banyak diikuti oleh sekolah lain.

“Mengingat dalam bregada ini generasi milenial akan diajarkan kembali terkait filosofi budaya, proses kreatif, keahlian, kedisplinan dan kerjasama tim, sehingga dapat membentuk pasukan bregada yang utuh dan menarik” urainya.

Ia mengatakan dari festival tersebut pelajar makin akrab mengenal seni Bregada dan tertarik menjaga juga melestarikannnya.

“Lewat ajang seperti inilah apreasiasi akan tumbuh. Tentu saja juga ikut memantik minat wisatawan asing dan dalam negeri mengeksplorasi Yogya,” ujarnya

Festival Bregada tersebut mengambil start di halaman parkir Abubakar Ali dan finish di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Setidaknya ada lebih dari 28 bergodo yang tampil dalam acara tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh keluarga besar alumni Padmanaba tersebut, digelar dalam rangka HUT ke 77 SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Mengenal Seragam Prajurit

Festival Bregada yang dilombakan tahun ini memperebutkan Piala Kementerian Pendidikan RI, Piala Kementerian Pariwisata RI, dan Piala Gubernur DIY.

Ketua Keluarga Besar Alumni Padmanaba, Hendri Saparini mengatakan jika biasanya warga Yogya mengenal beragam seragam khas prajurit keraton seperti Prajurit Lombok Abang dengan pakaian dominan merah, termasuk topi lancip atau Prajurit Surakarsa dan Prajurit Dhaeng yang berseragam dominan putih, namun Bregada Pelajar ini berbeda.

”Kami keluarga alumni Padmanaba kembali menggelar Festival Bregada, namun festival kali ini lebih meriah dibanding sebelumnya, pawai bregada kali ini unik, lebih bernuansa milenial seperti misalnya ada gaya imperial army dengan memakai kostum film Star Wars” katanya dilokasi.

Ia menuturkan festival tersebut membidik anak muda agar makin menyukai, mengenal dan mempelajari kembali budaya seni bregada atau keprajuritan khas keraton itu.

Maka kemasannya juga dibuat lebih santai dan tak terlalu kaku, meskipun masih mempertahankan pedoman seni keprajuritan itu sendiri, “Festival ini menjadi ruang untuk belajar sekaligus eksistensi peserta yang sebagian besar pelajar,” ujarnya.

Beberapa aksi nyeleneh juga akan disisipkan agar acara itu tak terlalu kaku. Seperti aksi Bregada Edan-Edanan yang dilakukan alumni Padmanaba untuk menampilan seni keprajuritan yang berbau parodi.