Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningra Gelar Kirab Siwur

10 bregada lengkap dengan gunungan berisi hasil bumi menyemarakan upacara adat Kirab Siwur yang kembali digelar Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. (Foto: Pemkab Bantul)

Bantul- Kirab Siwur adalah salah satu upacara adat di Yogyakarta. Tahun ini, upacara adat Kirab Siwur kembali digelar Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Kamis (26/09/2019).

Bupati Bantul, Suharsono selaku inspektur upacara, dalam amanatnya mengajak kepada segenap generasi muda ikut merawat dan melestarikan budaya adiluhung ini.

Kirab budaya ini bukan sekedar tontonan, akan tetapi sebagai tuntunan dan ekspresi rasa syukur kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan berkah yang telah dilimpahkan kepada kita semua.

Seremoni penyerahan tombak dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dari Bupati Bantul Suharsono kepada pemimpin kirab, mengawali dilaksanakannya prosesi kirab Siwur.

Upacara adat yang satu ini, menyeedot perhatian dari ribuan warga di Kabupaten Bantul. Pasalnya, pelaksanaannya berlangsung di Lapangan Imogiri Bantul.

Kirab Siwur

Tidak kurang dari 10 bregada lengkap dengan gunungan berisi hasil bumi menyemarakkan jalannya prosesi Kirab Budaya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto, acara Kirab Siwur menjadi tradisi dan tontonan wajib bagi ribuanwarga sekitar Imogiri setiap tahunnya.

” Kirab siwur yang saat ini masih dilestarikan ini merupakan acara sebelum tradisi nguras enceh di area pemakaman raja-raja Imogiri yang akan diselenggarakan, besok hari Jumat tanggal 27 September 2019, ” terangnya.

Di mana siwur merupakan gayung yang dibuat dari tempurung kelapa dan dilengkapi dengan tangkai kayu.

Siwur yang dikirab ini merupakan milik Kabupaten juru kunci Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kabupaten Puralaya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang letaknya tidak berjauhan kurang lebih 500 meter.

Dalam ritualnya, siwur tersebut diambil di pendopo juru kunci masing-masing dengan ritual dan juga arak-arakan barisan dan bregada.