Sesuai Anjuran Presiden, Bandara YIA Akan Selesai Tahun 2020

Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Meraih Satu Juta Wisman Daerah Super Prioritas (DSP) Borobudur Melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) ditargetkan selesai tahun 2020 atau tahun depan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari anjuran presiden saat mengunjungi Bandara YIA beberapa waktu lalu.

“Pembangunan bandara YIA saat kunjungan presiden, diinformasikan oleh direktur angkasa pura I kepada bapak presiden, sehingga bapak Presiden yakin bahwa pada bulan maret 2020, dipastikan sudah selesai dibangun” Ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Rahman.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini Bandara YIA telah beroprasi, walaupun sampai saat ini baru 6,5  persen beroperasi, namun dampaknya sudah terlihat jelas.

Hal ini dijelaskan oleh Rahman pada Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Meraih Satu Juta Wisman Daerah Super Prioritas (DSP) Borobudur Melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) digelar di lantai dua Bandara YIA. Rabu (18/9/2019).

Sementara itu, menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menetapkan 2020 kunjungan wisman melalui YIA ini diproyeksikan 1 juta, untuk infrastruktur sudah disediakan, untuk anggaran sebesar 2,1 triliun  samapai 3 triliun untuk infrastruktur. Pada bidang pemasaran mendukung anggran dan promosi sebesar 70 milyar dan menyiapkan SDM 15 milyar.

“Pemerintah pusat selain menargetkan semua infrastruktur sudah harus selesai pada 2020 dan sudah memberikan anggrannya serta harus ada 1 juta wisman,” ujarnya.

Arief Yahya menambahkan terdapat lima destinasi pariwisata unggulan diantaranya Tanjung Gunung, Sungai Liat, Sukabumi, Pangandaran dan Likupang. Selain itu untuk 10 destinasi pariwisata prioritas diantaranya Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu & Kota Tua, Bromo Tengger Semeru, Mandalika dan Labuahan Bajo Flores. Sedangkan lima destinasi super prioritas adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo dan Likupang.

Keberadaan Bandara YIA

Bandara YIA sendiri diperkirakan dapat menampung 20 juta penumpang, jauh lebih banyak dibanding dengan bandara adisucipto yogyakarta. Bahkan sudah setara dengan kapasitas yang ada di bandara kelas dunia. Tentunya hal ini dapat kita manfaatkan untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah yang lebih banyak.

“Persoalan yang muncul karena di Adisucipto kapasitasnya hanya 1,8 juta penumpang, sedangkan saat ini jumlah penumpangnya 8,4 juta dan yang terpenting lagi saat ini jogja sudah menjadi destinasi penting untuk wisata,” ujar Faik Fahmi selaku Direktur Utama Angkasa Pura (AP) 1.

Tetapi, menurunya lagi masih  ada beberapa kendala terkait dengan masalah prasarana dan perhubungan jalurnya. Sehingga mengganggu keinginan para wisatawan terutama dari luat negeri untuk masuk ke indonesia terutama menikmati keindahan Yogyakarta, Borobudur.

Daerah lain selain Yogyakarta yakni daerah Jawa Tengah sudah mulai mempersiapkan tempat wisatanya agar siap dikunjungi oleh wisatawan luar negeri. Daerah yang saat ini telah mempersiapkan adalah Candi Borobudur yang membuat pemerintah menargetkan pada tahun 2020 jumlah wisatawan di Borobudur mencapai 1 juta.

Dengan demikian, angkasa pura yang dibatu oleh Dinas Perhubungan mulai memperbaiki aksesibilitas menuju Bandara YIA dengan membangun rel kereta api menuju bandara serta armada lain berupa bus yang khusus menuju Bandara.